<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>FILSAFAT SOSIOLOGI POST-COMTE: Teologis–Metafisik–Rasional–Dataisme, Menuju Epistemologi Baru dalam Sosiologi Kontemporer</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dr. Munawar Ahmad, M.Si</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Filsafat sosiologi post-comte: Teologis–Metafisik–Rasional–Dataisme, Menuju Epistemologi Baru dalam Sosiologi Kontemporer merupakan upaya konseptual untuk meninjau ulang fondasi epistemologis sosiologi di tengah transformasi masyarakat digital abad ke-21. Buku ini berangkat dari kritik terhadap hukum tiga tahap yang dirumuskan oleh Auguste Comte, yakni tahap teologis, metafisik, dan positif (rasional-ilmiah), yang selama lebih dari satu abad menjadi narasi dominan mengenai evolusi pengetahuan manusia. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, komputasi algoritmik, dan ekonomi data menunjukkan bahwa masyarakat kontemporer sedang memasuki formasi pengetahuan baru yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan melalui kerangka positivisme klasik.&#13;
Buku ini mengajukan tesis bahwa dataisme merupakan fase epistemologis baru yang muncul setelah rasionalitas modern. Dalam fase ini, data tidak lagi berfungsi sebagai instrumen pendukung pengetahuan, melainkan menjadi otoritas baru dalam produksi kebenaran, pengambilan keputusan, dan pengorganisasian kehidupan sosial. Algoritma, platform digital, dan sistem kecerdasan buatan berperan sebagai mediator utama dalam menentukan apa yang dianggap relevan, valid, dan bernilai dalam masyarakat. Akibatnya, sumber legitimasi sosial bergeser dari wahyu pada tahap teologis, spekulasi filosofis pada tahap metafisik, dan rasionalitas ilmiah pada tahap modern, menuju kalkulasi data dan prediksi algoritmik pada era kontemporer.&#13;
Melalui pendekatan historis, teoritis, dan kritis, buku ini membangun model evolusi epistemologi sosial yang terdiri atas empat tahap: teologis, metafisik, rasional, dan dataisme. Setiap tahap dianalisis berdasarkan sumber otoritas pengetahuan, mekanisme produksi kebenaran, struktur kekuasaan, serta bentuk institusi sosial yang menyertainya. Buku ini juga menunjukkan bahwa dataisme tidak menggantikan tahap-tahap sebelumnya secara linear, melainkan berinteraksi secara simultan dengan agama, filsafat, dan sains dalam membentuk konfigurasi sosial baru yang kompleks.&#13;
Lebih jauh, karya ini menawarkan konsep Sosiologi Post-Comte, yaitu paradigma yang memandang masyarakat bukan hanya sebagai sistem relasi sosial, tetapi juga sebagai ekosistem informasi yang dibentuk oleh interaksi manusia, data, algoritma, dan infrastruktur digital. Paradigma ini membuka ruang bagi pengembangan epistemologi sosiologi yang lebih reflektif terhadap perubahan sumber otoritas pengetahuan, transformasi kekuasaan digital, serta munculnya kelas-kelas sosial baru yang berlandaskan kepemilikan dan penguasaan data.&#13;
Pada akhirnya, buku ini berargumen bahwa memahami masyarakat kontemporer memerlukan perluasan horizon sosiologi melampaui positivisme klasik. Jika abad ke-19 ditandai oleh kemenangan rasionalitas ilmiah, maka abad ke-21 ditandai oleh kontestasi antara manusia, algoritma, dan data dalam menentukan makna, kebenaran, serta arah peradaban. Dengan demikian, Sosiologi Post-Comte bukan sekadar revisi atas teori klasik, melainkan tawaran epistemologi baru untuk membaca realitas sosial dalam era datafikasi global.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">301 Sosiologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Jogja Ilmu Media</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Book</mods:genre></mods:mods>