eprintid: 76906 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/69/06 datestamp: 2026-06-17 07:57:32 lastmod: 2026-06-17 07:57:32 status_changed: 2026-06-17 07:57:32 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Riska Anggraini, NIM.: 22103040009 title: PELAKSANAAN MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA TAHUN 2023-2025 ispublished: pub subjects: 320 divisions: il_hum full_text_status: restricted keywords: Mediasi, Perceraian, Pengadilan Agama note: Dr. Sri Wahyuni, S.Ag., M.Ag. abstract: Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan sifat deskriptif-analitis dan menggunakan pendekatan yuridis empiris untuk melihat bagaimana hukum beroperasi dalam realitas masyarakat. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan hakim mediator dan mediator non-hakim, serta dokumentasi laporan tahunan perkara. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode berpikir deduktif untuk menarik kesimpulan khusus dari data umum. Kerangka teori yang diajukan dalam skripsi ini meliputi Teori Mediasi dari Christopher W. Moore, Teori Efektivitas Hukum dari Soerjono Soekanto yang menekankan faktor hukum, penegak hukum, sarana, masyarakat, dan budaya, serta Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman yang mengkaji substansi, struktur, dan budaya hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama Yogyakarta secara prosedural telah sesuai dengan PERMA No. 1 Tahun 2016 melalui tahapan pra-mediasi, proses mediasi, dan pasca-mediasi. Berdasarkan data tingkat keberhasilan mediasi pada tahun 2023-2024 masih rendah, namun mengalami peningkatan drastis, khususnya pada tahun 2025 yang mencapai 76,5% atau 111 perkara berhasil dari 145 perkara dimediasi. Keberhasilan ini didorong oleh perubahan paradigma “berhasil sebagian”, di mana perdamaian difokuskan pada kesepakatan akibat perceraian seperti hak asuh anak dan nafkah meskipun ikatan perkawinan tetap putus. Faktor pendukung utama adalah itikad baik para pihak dan kemampuan komunikasi mediator dalam menggunakan teknik kaukus dan reframing, serta kepedulian terhadap kepentingan anak. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi tekad cerai yang sudah bulat akibat konflik yang parah atau pihak ketiga, emosi tidak stabil dan trauma psikologis para pihak, keterbatasan ruang mediasi yang kurang luas, serta keterbatasan waktu mediasi akibat beban perkara yang tinggi. Kata Kunci: Mediasi, Perceraian, Pengadilan Agama Yogyakarta date: 2026-02-23 date_type: published pages: 133 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Riska Anggraini, NIM.: 22103040009 (2026) PELAKSANAAN MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA TAHUN 2023-2025. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76906/1/22103040009_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76906/2/22103040009_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf