<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONSTRUKSI SOSIAL KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KOMPLEKS FASILITAS KEROHANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA (UGM) YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105020017</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad AL Azmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial kerukunan umat beragama di Kompleks Fasilitas Kerohanian Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai ruang multireligius yang mempertemukan berbagai pemeluk agama dalam satu kawasan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas masyarakat Indonesia yang plural, di mana potensi konflik keagamaan masih kerap terjadi, sehingga diperlukan model kerukunan yang konstruktif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman sivitas akademika terhadap konsep kerukunan umat beragama, dan menganalisis proses konstruksi sosial kerukunan melalui tahapan eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi yang dikemukakan oleh Peter L. Berger.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur terhadap 10 informan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan dimaknai secara beragam oleh sivitas akademika, mulai dari sikap toleransi pasif hingga interaksi aktif yang bersifat kolaboratif. Secara konstruktif, kerukunan terbentuk melalui proses eksternalisasi berupa praktik interaksi lintas agama, objektifikasi dalam bentuk institusi dan aturan sosial di kompleks kerohanian, serta internalisasi nilai-nilai toleransi dalam kesadaran individu. Dengan demikian, kerukunan di Kompleks Fasilitas Kerohanian UGM merupakan realitas sosial yang bersifat dinamis dan dialektis.&#13;
Penelitian ini menegaskan bahwa ruang multireligius di lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi arena pembentukan nilai, identitas, dan praktik keberagamaan yang inklusif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">201.7 Toleransi Beragama, Hubungan Antaragama, Pluralisme Agama</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>