@phdthesis{digilib77019, month = {April}, title = {MODERASI BERAGAMA DALAM PESAN KEAGAMAAN DIGITAL PADA YOUTUBE CHANNEL GUS IQDAM OFFICIAL}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105020022 Alia Najali Inayati Robbi}, year = {2026}, note = {Khairullah Zikri, S.Ag., MAStRel.}, keywords = {Moderasi Beragama, Gus Iqdam, Youtube, Framing, Dakwah Digital}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77019/}, abstract = {Meningkatnya penyebaran konten keagamaan di media sosial berpotensi memunculkan narasi yang bersifat eksklusif, intoleran, bahkan memicu konflik sosial apabila tidak disampaikan secara bijak. Moderasi menjadi salah satu isu penting dalam kehidupan sosial keagamaan di Indonesia, khususnya dalam konteks masyarakat yang majemuk. Perkembangan media digital, menjadikan pesan keagamaan yang disampaikan melalui media digital memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang keberagamaan ma syarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama dalam pesan keagamaan digital pada channel Youtube Gus Iqdam Official serta mengkaji bagaimana pesan moderasi beragama jika dibaca dengan teori framing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap video ceramah Gus Iqdam yang memuat nilai moderasi beragama. Analisis data dilakukan menggunakan teori moderasi beragama dengan empat indikator yang dikemukakan Kementerian Agama Republik Indonesia yang meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, akomodatif terhadap budaya lokal, serta diperkuat dengan analisis framing Robert N. Entman melalui empat elemen framing, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement dan treatment recommendation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama pada pesan keagamaan Gus Iqdam memuat implementasi moderasi beragama yang tampak dalam ajakan menjaga persatuan kebangsaan, menghargai perbedaan, menolak kekerasan, serta menerima tradisi lokal selama tidak bertentangan dengan syariat. Jika dibaca melalui teori framing Entman Gus iqdam membingkai masalah bukan pada perbedaan agama itu sendiri, melainkan pada sikap ekstrem, provokasi, dan hilangnya nilai kemanusiaan, sehingga solusi yang ditawarkan mengarah pada penguatan sikap moderat, perbaikan komunikasi sosial serta pengendalian diri dalam ruang digital.} }