<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI POLA KEBERAGAMAAN INKLUSIF DI SEKOLAH INKLUSI PELANGI INDONESIA DI BANTUL, YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105020026</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fauziyah Fakhrunnisa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Indonesia memiliki keragaman agama yang tinggi dengan enam agama&#13;
resmi yang hidup berdampingan. Dalam konteks masyarakat multireligius ini,&#13;
mengembangkan sikap toleransi antarumat beragama sangat penting, dan&#13;
pendidikan di sekolah memiliki peran besar. Namun, pendidikan agama di&#13;
Indonesia saat ini sering tidak mampu menciptakan sikap inklusif, karena fokus&#13;
pada doktrin sempit. Data menunjukkan bahwa sejak 1990 hingga 2008, telah&#13;
terjadi 832 insiden konflik keagamaan, menunjukkan pentingnya membangun&#13;
pemahaman yang lebih luas serta sikap yang lebih terbuka.&#13;
Sekolah inklusiPelangi Indonesia di Bantul, Yogyakarta, menjadi contoh&#13;
lembaga pendidikan yang menerima siswa dari berbagai latar belakang agama,&#13;
menjadikannya lokasi yang relevan untuk meneliti penerapan keberagamaan&#13;
inklusif. Penelitian ini mengkaji implementasi pola keberagamaan inklusif di&#13;
Sekolah inklusiPelangi Indonesia, Bantul, Yogyakarta, yang konsisten dalam&#13;
menerima peserta didik dari latar belakang agama dan kebutuhan khusus. Tujuan&#13;
penelitian adalah mengidentifikasi serta menganalisis penerapan pola&#13;
keberagamaan inklusif dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode&#13;
pengumpulan data seperti wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi&#13;
dokumentasi untuk memahami dinamika sosial di sekolah. Kerangka teori yang&#13;
digunakan mengacu pada tipologi teologi agama milik Gavin D'Costa dan&#13;
perspektif Raimundo Panikkar mengenai dialog antaragama.Menggunakan&#13;
&#13;
pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi&#13;
dokumentasi, penelitian ini menganalisis data dengan kerangka teori Gavin D'Costa&#13;
yang mencakup inklusivisme liberal dan tradisional, serta perspektif Raimundo&#13;
Panikkar tentang dialog antaragama.&#13;
Hasil menunjukkan bahwa sekolah ini mempraktikkan kedua varian&#13;
inklusivisme: inklusivisme liberal terlihat dalam kegiatan lintas agama dan&#13;
kurikulum yang merayakan keberagaman tanpa klaim teologis, sedangkan&#13;
inklusivisme tradisional tercermin dalam pendidikan agama sesuai keyakinan siswa&#13;
dan batas teologis yang dijaga oleh orang tua. Faktor pendukung meliputi komitmen&#13;
terhadap pluralisme, latar belakang agama pengajar, kebijakan penerimaan tanpa&#13;
diskriminasi, dan dukungan pemerintah daerah. Penelitian menyimpulkan bahwa&#13;
Sekolah inklusiPelangi Indonesia berhasil membangun model inklusivisme yang&#13;
integratif, memfasilitasi keterbukaan terhadap perbedaan agama dan penghormatan&#13;
terhadap identitas keyakinan individu.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">371.9 Pendidikan Khusus/Pendidikan Inklusi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>