<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KRITIK EPISTEMOLOGI TAFSIR CORAK ILMI (STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN TANTAWI JAUHARI DAN AGUS PURWANTO)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105030016</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zidny Wildan Habibi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Modern ini kajian tafsir ilmi masih sangat diminati, dibuktikan dengan banyaknya&#13;
penelitian mengenai isu tersebut. Namun, kajian terhadap tafsir ilmi banyak&#13;
disalahpahami sebagai bentuk keselarasan antara wahyu Al-Qur’an dan sains modern,&#13;
sehingga melahirkan sudut pandang cocokologi serta legitimasi atas kandungan Al-&#13;
Qur’an. Dinamika memunculkan kebutuhan akan pembacaan kritis terhadap interaksi&#13;
wahyu dan sains serta hakikat dari tafsir ilmi. Dengan meneliti pemikiran Tantawi Jauhari&#13;
dan Agus Purwanto sebagai mufassir ilmi yang menawarkan pembaharuan islam melalui&#13;
sains, kajian epistemologis tafsir ilmi ini hadir sebagai sintesa kreatif atas menjamurnya&#13;
berbagai penelitian tafsir ilmi dengan bias cocokologi. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis pemikiran kedua tokoh dengan sudut pandang epistemologis, juga&#13;
membedah aspek ontologis dan aksiologis terhadap tafsir ilmi serta membandingkan&#13;
perbedaan pemikiran keduanya.&#13;
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi&#13;
pustaka dengan menelaah tiga sumber primer, yaitu Al-Jawahir Fi Tafsir Al-Qur’an Al-&#13;
Karim karya Tantawi Jauhari serta Ayat-Ayat Semesta : Sisi-Sisi Al-Qur’an Yang&#13;
Terlupakan dan Nalar Ayat-Ayat Semesta : Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Basis&#13;
Kontruksi Ilmu Pengetahuan karya Agus Purwanto. Analisis dilakukan melalui sudut&#13;
pandang epistemologis dengan menelusuri aspek epistemik berupa sumber pengetahuan&#13;
(penafsiran), metodologi penafsiran, dan objek penafsiran. Selain itu, analisis dilakukan&#13;
dengan menelaah aspek ontologis dan aksiologis guna mendapatkan hakikat tafsir ilmi&#13;
dan implikasi penafsiran kedua tokoh. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang&#13;
lebih mendalam dan komprehensif mengenai kajian tafsir ilmi melalui pembacaan&#13;
mendasar terhadap tafsir ilmi.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan kedua tokoh runtuhnya&#13;
peradaban islam atas dominasi barat diakibatkan keterbelakangan keilmuan sains.&#13;
Tantawi dan Purwanto berusaha memberikan jalan keluar pembacaan ulang secara kritis&#13;
atas ayat Kauniyah. Tantawi Jauhari mencoba menafsirkan Al-Qur’an secara keseluruhan&#13;
dengan pendekatan tafsir ilmi yang didalamnya termuat 750 ayat Kauniyah. Dalam&#13;
penafsirannya Tantawi mengembangkan konsep Jawahir dan Lataif guna membedah ayat&#13;
Kauniyah. Sebaliknya, Purwanto mencoba mengembangkan konsep Sains Islam yang&#13;
menjadikan Al-Qur’an sebagai basis kontruksi ilmu pengetahuan. Purwanto&#13;
menfokuskan kajiannya dalam 800 ayat kauniyah dari 1.123 ayat dengan indikator sains.&#13;
Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua tokoh, meskipun dengan pendekatan yang&#13;
berbeda, menghadirkan paradigma baru dalam membaca interaksi sains dan wahyu dalam&#13;
Al-Qur’an. Selain itu, pembacaan ulang terhadap ayat-ayat Kauniyah ditujukan sebagai&#13;
basis kontruksi ilmu pengetahuan yang berkembang dari rahim islam juga&#13;
mengesampingkan bias cocokologi akibat kejumudan pikiran.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>