@phdthesis{digilib77032, month = {June}, title = {MUNASABAH ANTARA SURAH DALAM TAFSIR AL-MARAGI DAN TAFSIR AL-AZHAR: STUDI ATAS MUNASABAH SURAH AN-NISA DAN SURAH AL-MAIDAH}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105030020 Tria Kinanti Rohmatal Maghfiroh}, year = {2026}, note = {Nafisatul Mu?awwanah, M.A.}, keywords = {Munasabah Al-Qur'an, Surah an-Nisa, Surah al-Ma'idah, Tafsir al-Maragi, Tafsir Al-Azhar, Ahmad Musthafa al-Maragi, Hamka}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77032/}, abstract = {Kajian mun{\=a}sabah sebagai salah satu cabang studi Al-Qur?an yang mengkaji keterkaitan antarayat dan antarsurah masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Meskipun demikian, mun{\=a}sabah terus berkembang dan memperoleh perhatian dalam tradisi tafsir modern, terutama melalui pembahasan hubungan antarsurah yang umumnya disajikan pada bagian pendahuluan surah. Di antara tafsir yang memberikan perhatian terhadap aspek tersebut adalah Tafsir al-Mar{\=a}g{\=i} karya Ahmad Musthafa al-Mar{\=a}g{\=i} dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka. Kedua tafsir ini memiliki kedekatan intelektual karena Hamka diketahui merujuk kepada al-Mar{\=a}g{\=i} dalam sejumlah penafsirannya. Salah satu contoh yang menonjol terdapat pada pendahuluan Surah al-M{\=a}?idah yang menjelaskan hubungan antara Surah an-Nis{\=a}? dan Surah al-M{\=a}?idah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk mun{\=a}sabah antara Surah an-Nis{\=a}? dan Surah al-M{\=a}?idah yang dikemukakan oleh al-Mar{\=a}g{\=i} dan Hamka dalam pendahuluan Surah al-M{\=a}?idah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Data primer berupa Tafsir al-Mar{\=a}g{\=i} dan Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang membahas mun{\=a}sabah, metodologi tafsir, serta karakteristik kedua karya tafsir tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menganalisis secara komparatif untuk menjelaskan bentuk-bentuk mun{\=a}sabah antara Surah an-Nis{\=a}? dan Surah al-M{\=a}?idah dalam kedua tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Mar{\=a}g{\=i} dan Hamka sama-sama memandang adanya kesinambungan yang erat antara Surah an-Nis{\=a}? dan Surah al-M{\=a}?idah. Secara umum, ditemukan tiga bentuk utama mun{\=a}sabah antarsurah. Pertama, keberlanjutan khi{\d t}{\=a}b, yaitu peralihan dari seruan umum kepada seluruh manusia dalam Surah an-Nis{\=a}? menuju seruan khusus kepada orang-orang beriman dalam Surah al-M{\=a}?idah. Kedua, kesesuaian dan pengembangan tema, di mana Surah al-M{\=a}?idah melanjutkan, mempertegas, atau merinci tema-tema yang telah dibahas dalam Surah an-Nis{\=a}?, seperti konsep ?uq{\=u}d, hukum khamr, prinsip keadilan dan kesaksian, pembahasan Ahlul Kitab, serta ketentuan bersuci sebagai kelanjutan pembahasan tayamum. Ketiga, mun{\=a}sabah antara penutup dan pembuka surah. Bentuk terakhir ini hanya ditemukan dalam Tafsir Al-Azhar. Untuk hasil dari rumusan masalah yang kedua, al-Mar{\=a}g{\=i} dan Hamka menunjukkan pola yang sama, yakni adanya beberapa ketidakkonsistenan antara klaim munasabah yang dipaparkan dalam pendahuluan dengan realisasinya dalam penafsiran. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara Surah an-Nis{\=a}? dan Surah al-M{\=a}?idah tidak semata-mata didasarkan pada urutan mushaf, tetapi juga mencerminkan kesinambungan tema, hukum, dan tujuan syariat dalam struktur Al-Qur?an.} }