<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>TAFSIR SUFI DALAM TRADISI TAREKAT (STUDI PENAFSIRAN ABAH ANOM TERHADAP AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM MIFTAH AL-SUDUR)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105030136</mods:namePart><mods:namePart type="family">Akmal Thoriq Bil Haq</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji penafsiran Al-Qur’an dalam Miftāḥ al-Ṣudūr karya&#13;
Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom), sebuah kitab tasawuf yang&#13;
menjadi pedoman Tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya.&#13;
Meskipun bukan kitab tafsir dalam pengertian formal, Miftāḥ al-Ṣudūr memuat&#13;
sejumlah penafsiran ayat Al-Qur’an yang berfungsi sebagai landasan ajaran dan&#13;
praktik tarekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema&#13;
penafsiran Al-Qur’an dalam Miftāḥ al-Ṣudūr, menganalisis karakteristik&#13;
penafsirannya, serta menelusuri keterkaitannya dengan tradisi tafsir sufi.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang&#13;
bersifat kualitatif deskriptif-analitis dengan menggunakan penalaran induktif. Data&#13;
primer bersumber langsung dari teks kitab Miftāḥ al-Şudūr karya Abah Anom.&#13;
Pengolahan data dilakukan secara sistematis, dimulai dari inventarisasi ayat-ayat&#13;
Al-Qur'an, klasifikasi ayat berdasarkan topik pembahasan, hingga analisis&#13;
mendalam guna mengurai karakteristik penafsiran beserta kontekstualisasinya&#13;
terhadap amalan TQN dan hubungannya dengan literatur TQN.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Abah Anom dapat&#13;
dipetakan ke dalam lima tema utama, yaitu zikir, ma‘rifah, pengelolaan hawa nafsu,&#13;
sanad spiritual dan bimbingan syekh, serta keseimbangan antara kehidupan dunia&#13;
dan akhirat. Tema-tema tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an menjadi sumber&#13;
utama dalam pembentukan kerangka spiritual TQN. Penelitian ini juga menemukan&#13;
bahwa penafsiran Abah Anom memiliki kesinambungan dengan tradisi tafsir sufi,&#13;
terutama dalam penekanannya terhadap dimensi spiritual, penyucian jiwa, dan&#13;
perjalanan menuju Allah Swt. Penafsirannya menunjukkan corak tafsir sufi yang&#13;
menitikberatkan pada pengungkapan makna batin ayat dan penggunaan simbolisme&#13;
spiritual. Namun demikian, penafsiran tersebut tidak berkembang ke arah spekulasi&#13;
metafisik yang kompleks, melainkan diarahkan pada pembinaan rohani dan praktik&#13;
kehidupan tarekat. Selain itu, terdapat keterkaitan yang kuat antara penafsiran Abah&#13;
Anom dengan tradisi intelektual TQN, khususnya pemikiran ʿAbd al-Qādir al-Jīlānī&#13;
yang banyak dirujuk dalam Miftāḥ al-Ṣudūr. Temuan ini menunjukkan bahwa&#13;
penafsiran Abah Anom merupakan bagian dari kesinambungan tradisi tafsir sufistik&#13;
yang diwariskan melalui sanad keilmuan dan spiritual.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>