<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI MUHASABAH DALAM VIDEO KLIP BAND PERUNGGU YANG BERJUDUL “33x”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21102010020</mods:namePart><mods:namePart type="family">Akhmad Agus Syafii</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi muhasabah dalam video klip band Perunggu yang berjudul "33x". Di tengah kemajuan era digital yang dibarengi dengan krisis moral, masyarakat sangat membutuhkan jangkar spiritual seperti konsep muhasabah, yang perlu disuntikkan ke dalam medium populer seperti video klip musik agar relevan dengan generasi muda. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif melalui pendekatan kualitatif dengan jenis analisis isi. Data dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes dan dikaji menggunakan Teori Representasi Stuart Hall, Teori Self-Concept Carl Rogers, serta Teori Konstruksi Realitas Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.&#13;
Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa video klip "33x" karya band Perunggu berhasil mengkonstruksi dan merepresentasikan konsep muhasabah Imam Al-Ghazali melalui siklus naratif yang terstruktur. Representasi ini bermula dari konflik psikologis intrapersonal antara Self-Image (sebagai pekerja yang terikat sistem) dan Ideal Self (sebagai anak yang ingin berbakti), yang kemudian memicu Muhasabah mendalam akibat janji yang diingkari. Fase ini melahirkan Mu'aqabah berupa sanksi diri saat pulang ke rumah yang kosong, dilanjutkan dengan Mu'atabah berupa teguran keras terhadap diri sendiri setelah membaca pesan terakhir sang ayah, dan bermuara pada Mujahadah untuk menyembuhkan batin serta memperjuangkan kembali citra dirinya. Secara sosial, narasi visual ini bertindak sebagai kritik terhadap sistem industrial yang menempatkan keamanan finansial di atas keamanan emosional dan spiritual. Secara keseluruhan, karya ini menjadi wujud Dakwah Bil Hal yang efektif dalam menerjemahkan nilai-nilai spiritual ke dalam bahasa visual kontemporer.&#13;
Kata Kunci: Representasi, Muhasabah, Video Klip, Semiotika, Perunggu</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>