TY - THES N1 - M. Yaser Arafat, M.A. ID - digilib77069 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77069/ A1 - Shofwatun Nisa, NIM.: 22105030005 Y1 - 2026/03/04/ N2 - Al-Qur?an tidak hanya diposisikan sebagai teks normatif yang dibaca dan dipelajari, tetapi juga hadir dan dihidupkan dalam berbagai praktik sosial dan budaya masyarakat Muslim. Salah satu bentuk kehadiran tersebut tampak dalam tradisi Nadoman yang berkembang di lingkungan pendidikan keagamaan. Nadoman Sifat Wajib bagi Allah di Madrasah Al-Ashri Kuningan menjadi medium pembelajaran tauhid yang memadukan ayat-ayat Al-Qur?an dengan syair berirama, sehingga ajaran teologi Islam dapat diterima secara lebih dekat dan kontekstual oleh santri. Fenomena ini menarik untuk dikaji dalam perspektif Living Qur?an, khususnya terkait bagaimana ayat-ayat teologi Islam diresepsi dan diinternalisasi melalui praktik budaya-religius tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Kerangka teori yang digunakan adalah kajian Living Qur?an dengan fokus pada resepsi fungsional, khususnya resepsi informatif dan performatif, serta teori internalisasi nilai dan konstruksi realitas sosial. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pengajian, wawancara dengan uztaz dan santri, serta dokumentasi praktik pembacaan Nadoman di Madrasah Al-Ashri. Data analisis dengan cara mengaitkan temuan lapangan dengan konsep resepsi Al-Qur?an dan proses internalisasi nilai-nilai teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi ayat-ayat tauhid Islam dalam Nadoman Sifat Wajib bagi Allah berlangsung dalam dua bentuk utama. Resepsi informatif tampak pada fungsi ayat Al-Qur?an sebagai legitimasi naqli atas ajaran sifat wajib bagi Allah, sedangkan resepsi performatif terlihat dari praktik pembacaan nadoman secara kolektif, berirama, dan berulang yang membentuk pengalaman estetik dan spiritual santri. Proses internalisasi nilai tauhid melalui nadoman berlangsung secara bertahap, terutama pada pembentukan kesadaran iman, sikap religius, dan kedisiplinan santri. Dampaknya lebih dominan pada ranah afektif dan pembiasaan religius, sementara perubahan perilaku sosial berkembang secara gradual. Dengan demikian, nadoman dapat dipahami sebagai manifestasi Living Qur?an yang berperan penting dalam pendidikan akidah berbasis budaya lokal. Kata kunci: Living Qur?an. Nadoman, Tauhid PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Living Qur?an. Nadoman KW - Tauhid M1 - skripsi TI - RESEPSI AYAT-AYAT AL-QUR?AN TENTANG TEOLOGI ISLAM DALAM NADOMAN SIFAT WAJIB BAGI ALLAH DI MADRASAH AL-ASHRI KUNINGAN AV - restricted EP - 91 ER -