<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONSEP REVOLUSI AL-QUR'AN DALAM PEMIKIRAN&#13;
JAMAL AL-BANNA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22200011111</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nirwan Nuraripin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas pemikiran Jamal al-Banna mengenai konsep Revolusi Al-&#13;
Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang historis yang&#13;
membentuk pemikiran Jamal al-Banna, menganalisis alasan perumusan konsep&#13;
Revolusi Al-Qur’an, serta menjelaskan signifikansi konsep tersebut dalam&#13;
diskursus pemikiran Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi kepustakaan terhadap&#13;
karya-karya Jamal al-Banna serta literatur sekunder yang relevan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Jamal al-Banna dibentuk oleh&#13;
konteks sosial-politik Mesir pascakolonial, pengalamannya sebagai intelektual noninstitusional&#13;
di luar tradisi keilmuan al-Azhar, serta hubungannya dengan&#13;
organisasi Ikhwanul Muslimin. Konsep Revolusi Al-Qur’an dirumuskan sebagai&#13;
respons atas dominasi tradisi tafsir legalistik dan otoritas keagamaan yang, menurut&#13;
Jamal, telah menonaktifkan fungsi Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang hidup dan&#13;
membebaskan. Revolusi Al-Qur’an tidak dimaksudkan sebagai metodologi tafsir&#13;
teknis, melainkan sebagai kritik epistemik terhadap cara umat Islam memahami dan&#13;
memposisikan Al-Qur’an dalam kehidupan keagamaan.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa signifikansi konsep Revolusi Al-Qur’an&#13;
terletak pada kontribusinya dalam membuka horizon pembacaan Al-Qur’an yang&#13;
menekankan kebebasan manusia, kesadaran historis, dan nilai-nilai kemanusiaan&#13;
universal, tanpa merelatifkan status wahyu. Dengan demikian, pemikiran Jamal al-&#13;
Banna menempati posisi alternatif dalam arus pemikiran Islam kontemporer,&#13;
berbeda dari proyek ideologisasi Islam maupun pendekatan dekonstruktif radikal&#13;
terhadap teks Al-Qur’an.&#13;
Kata kunci: Jamal al-Banna, Revolusi Al-Qur’an, kritik tafsir, Pemikiran Islam&#13;
Kontemporer.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Hermeneutika Al Qur'an</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;PASCASARJANA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>