@phdthesis{digilib77076, month = {June}, title = {LIVING HADIS DALAM TRADISI AMALAN HIZIB GHAZALI DI PONDOK PESANTREN AL-LUQMANIYYAH YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22105050018 Nurasmi Alfiah}, year = {2026}, note = {Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos.}, keywords = {Living Hadis, Hizib Ghazali, Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah, Pemaknaan Hadis, Tradisi Keagamaan}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77076/}, abstract = {Tradisi amalan Hizib Ghazali merupakan salah satu praktik keagamaan yang hidup dan berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta. Amalan ini dilaksanakan secara rutin oleh para santri sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan pendamping dalam proses menuntut ilmu. Keberadaan Hizib Ghazali menarik untuk dikaji karena selain menjadi tradisi yang diwariskan melalui sanad keilmuan dan spiritual, bacaan-bacaan yang terkandung di dalamnya juga memiliki keterkaitan dengan ayat-ayat Al-Qur?an dan hadis Nabi Muhammad saw. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi amalan Hizib Ghazali baik bacaan dan prakteknya serta menganalisis nilai hadis yang terkandung di dalamnya dengan menggunakan pendekatan living hadis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui observasi lapangan, wawancara dengan Ustadz dan Santri Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah, serta studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama yaitu; Pertama, amalan Hizib Ghazali merupakan tradisi yang diwariskan dari Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, melalui jalur sanad keilmuan dan spiritual yang jelas, yaitu dari Mbah Kiai Abdurrahman Chudori kepada Abah Kiai Najib Salimi dan Abah Kiai Na?im Salimi. Kedua, Penelitian ini juga menemukan bahwa bacaan-bacaan yang terdapat dalam Hizib Ghazali memiliki landasan yang bersumber dari Al-Qur?an dan hadis Nabi Muhammad saw., di antaranya Surah At-Thalaq ayat 2, Surah Al-Fatihah, Surah Ali Imran ayat 173, Surah Yunus ayat 94, dan Surah Al-Qamar ayat 45. Pemaknaan terhadap hadis-hadis tersebut diwujudkan melalui keyakinan bahwa Hizib Ghazali menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memohon perlindungan, ketenangan batin, serta memperkuat tawakal dan keimanan. Adapun penghayatannya tercermin dalam praktik pembacaan Hizib Ghazali yang dilakukan secara istiqamah dan berjamaah sebagai bagian dari pembinaan spiritual santri. Ketiga, Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai amalan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan batin, dan penjagaan keberkahan ilmu dalam kehidupan pesantren.} }