@phdthesis{digilib77084, month = {May}, title = {KONSEP INZAL DALAM PERISTIWA NUZUL AL-QUR?AN MENURUT TAFSIR MAFATI{\d H} AL-GAYB KARYA FAKHR AL-DIN AL-RAZI}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 19105030082 Muhammad Haidar Alwi}, year = {2026}, note = {Muhammad Hidayat Noor, S.Ag., M.Ag.}, keywords = {Inz{\=a}a, Nuzul al-Qur?an, Mafati{\d h} al-Gayb, Fakhr al-Din al-Razi}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77084/}, abstract = {Penelitian ini membahas konsep inz{\=a}l dalam peristiwa nuz{\=u}l al-Qur?{\=a}n menurut tafsir Maf{\=a}t{\=i}{\d h} al-Gayb karya Fakhr al-D{\=i}n al-R{\=a}z{\=i}. Persoalan utama penelitian ini bertolak dari adanya perbedaan antara redaksi ayat-ayat al-Qur?{\=a}n yang menyatakan bahwa al-Qur?{\=a}n diturunkan pada bulan Rama{\d d}{\=a}n, Lailat al-Qadr, atau laylatin mub{\=a}rakah, dengan fakta sejarah bahwa wahyu al-Qur?{\=a}n tidak turun kepada Nabi Muhammad dalam satu waktu, melainkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penafsiran Fakhr al-D{\=i}n al-R{\=a}z{\=i} terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan konsep inz{\=a}l, serta menguraikan dimensi penafsirannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah tafsir Maf{\=a}t{\=i}{\d h} al-Gayb karya Fakhr al-D{\=i}n al-R{\=a}z{\=i}, khususnya penafsiran atas Q.S. al-Baqarah [2]: 185, Q.S. al-Dukh{\=a}n [44]: 3, dan Q.S. al-Qadr [97]: 1, sedangkan data sekundernya berasal dari literatur klasik dan kontemporer yang relevan dengan tema inz{\=a}l dan nuz{\=u}l al-Qur?{\=a}n. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-R{\=a}z{\=i} tidak membatasi konsep inz{\=a}l pada satu kemungkinan makna saja, melainkan mengemukakan tiga kemungkinan penafsiran. Pertama, al-Qur?{\=a}n diturunkan secara menyeluruh dari al-Lau{\d h} al-Ma{\d h}f{\=u}{\d z} ke langit dunia, lalu disampaikan kepada Nabi Muhammad secara bertahap. Kedua, pada setiap Lailat al-Qadr diturunkan bagian al-Qur?{\=a}n yang dibutuhkan untuk satu tahun ke langit dunia, kemudian disampaikan kepada Nabi secara bertahap. Ketiga, inz{\=a}l dipahami sebagai penanda dimulainya wahyu, bukan sebagai uraian rinci tentang tahapan turunnya al-Qur?{\=a}n. Dalam memaparkan tiga kemungkinan tersebut, al-R{\=a}z{\=i} membangun penafsirannya melalui empat dimensi penafsiran, yaitu dimensi bi al-ma?{\.s}{\=u}r, kebahasaan, rasional-argumentatif, dan teologis. Dimensi bi al-ma?{\.s}{\=u}r berfungsi sebagai pijakan awal untuk membuka makna ayat melalui riwayat. Dimensi kebahasaan menjadi dasar untuk mengarahkan makna inz{\=a}l melalui analisis lafaz. Dimensi rasional-argumentatif dipakai untuk menguji, menimbang, dan memperkuat kemungkinan makna yang ia kemukakan. Adapun dimensi teologis digunakan untuk menempatkan inz{\=a}l dalam kerangka hikmah, kehendak, dan tindakan Allah. Kata Kunci: Inz{\=a}l, Nuz{\=u}l al-Qur?{\=a}n, Maf{\=a}t{\=i}{\d h} al-Gayb, Fakhr al-D{\=i}n al-R{\=a}z{\=i}} }