<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ARGUMEN AL-JUWAYNI ATAS PENOLAKANNYA TERHADAP KETUHANAN ISA AL-MASIH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205011005</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fiqi Restu Subekti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Al-Juwayni lebih dikenal sebagai seorang ulama dalam bidang hukum Islam (ushul&#13;
fiqh dan fiqh), sehingga kajian pemikirannya tentang teologi Islam tidak sebanyak&#13;
kajian tentang hukum Islamnya. Meskipun ada kajian tentang pemikiran teologinya,&#13;
namun hanya di dalam internal Islam saja, belum sampai merambah ke ranah&#13;
diskusi lintas agama. Padahal kajian teologi dipandang penting sebagai kunci untuk&#13;
memahami perbedaan mendasar antaragama, terutama dalam Islam dan Kristen.&#13;
Tesis ini bertujuan untuk mengisi kekosongan kajian mengenai pemikiran Juwaynī&#13;
dalam diskusi lintas agama dengan menggali pemikirannya yang tertuang dalam&#13;
argumen-argumen penolakannya terhadap Isa al-Masih dan doktrin kekristenan&#13;
lainnya. Guna mencapai tujuan ini, penelitian kualitatif dilakukan pada karya utama&#13;
al- Juwaynī dalam bidang teologi yaitu al-Syāmil fī Uṣūl al-Dīn dan al-Irsyād ilā&#13;
Qawāṭi’ al-Adillah fī Uṣūl al-I’tiqād serta didukung literatur-literatur lain yang&#13;
relevan dengan topik kajian. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa al-Juwaynī&#13;
menggunakan argumen teologis berbasis Asy’ariyyah dan argumen filosofis dalam&#13;
kerangka Aristotelian yang validitasnya telah dibuktikan. Alasan mengapa al-&#13;
Juwaynī menganggap teologi Kristen keliru karena adanya perbedaan mendasar&#13;
pada kerangka epistemologis dan metafisis antara paradigma al-Juwaynī yang&#13;
berbasis Aristotelisme dengan teologi Kristen yang berbasis Neoplatonisme.&#13;
Adapun kontribusi al-Juwaynī melalui argumennya dalam tradisi Asy’ariyyah&#13;
memperlihatkan sebagai penghubung antara generasi awal dengan genarasi&#13;
kemudian sehingga memberikan pondasi yang mapan untuk generasi Asy’ariyyah&#13;
selanjutnya. Kemudian argumentasinya menunjukkan etika dialogis yang kritis&#13;
dengan menggunakan pendekatan yang non-konfrontatif melalui pembongkaran&#13;
rasional atas inkonsistensi internal doktrin. Kemudian sikap objektifnya yang&#13;
ditunjukkan dalam menghadapi lawannya. Kemudian gaya argumennya yang&#13;
bersifat dilematis untuk mengungkap kontradiksi internal, bahkan juga menyingkap&#13;
batas-batasnya ketika premis atau kategori yang dipakai tidak disepakati bersama.&#13;
Kemudian interalisasi unsur teologinya ke ranah hukum karena kepakarannya&#13;
dalam kedua bidang tersebut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.01 Pemikiran keagamaan Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-04-17</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>