<mets:mets OBJID="eprint_77098" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-06-29T00:28:38Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_77098_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>NEGOSIASI DI RUANG LIMINAL: HIDDEN TRANSCRIPTS DAN OTORITAS INFORMAL PEREMPUAN DALAM RITUAL CAKAK PEPADUN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205021008</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ika Fatmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk negosiasi perempuan dalam ruang liminal ritual Cakak Pepadun, mengungkap hidden transcripts yang berkembang di balik struktur adat, serta menjelaskan bagaimana perempuan membangun otoritas informal dalam masyarakat adat Lampung Pepadun. Ritual Cakak Pepadun merupakan prosesi pengangkatan gelar adat yang menegaskan kedudukan sosial seseorang dalam struktur adat Lampung Pepadun. Dalam pelaksanaannya, ritual ini menempatkan laki-laki sebagai pusat otoritas formal melalui sistem patrilineal, pewarisan gelar, dan kedudukan penyimbang. Namun demikian, perempuan tetap memiliki keterlibatan yang signifikan dalam berbagai tahapan ritual meskipun tidak memperoleh ruang yang sama dalam struktur formal adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, perempuan adat, dan masyarakat di Tiyuh Menggala Mas, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori Hegemoni Antonio Gramsci dan konsep hidden transcripts James C. Scott.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subordinasi perempuan dalam ritual Cakak Pepadun berlangsung melalui hegemoni patrilineal yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang otoritas formal adat, sementara perempuan diarahkan pada peran-peran pendukung yang dianggap sesuai dengan norma adat. Hegemoni tersebut bekerja melalui proses persetujuan sosial yang membuat pembagian peran gender dipahami sebagai sesuatu yang wajar dan sah. Meskipun demikian, perempuan tidak berada pada posisi yang sepenuhnya pasif. Melalui hidden transcripts, perempuan membangun ruang negosiasi yang bekerja di balik struktur formal adat. Negosiasi tersebut tampak dalam percakapan keluarga, aktivitas di dapur ritual, pengelolaan konsumsi dan logistik, pengaturan simbol dan busana adat, kerja emosional, serta pemeliharaan relasi kekerabatan. Berbagai praktik tersebut memungkinkan perempuan menyampaikan pertimbangan, memengaruhi keputusan keluarga, dan menjaga keberlangsungan ritual tanpa harus menantang otoritas adat secara terbuka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki otoritas informal yang bekerja melalui kemampuan mengelola hubungan sosial, menjaga kehormatan keluarga, serta mengoordinasikan berbagai kebutuhan ritual yang menentukan keberhasilan pelaksanaan Cakak Pepadun.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ritual Cakak Pepadun merupakan ruang negosiasi yang memperlihatkan hubungan dinamis antara hegemoni dan agensi. Di satu sisi, ritual mereproduksi hegemoni patrilineal melalui dominasi laki-laki dalam struktur formal adat. Di sisi lain, perempuan memanfaatkan ruang-ruang informal untuk membangun pengaruh dan otoritas melalui praktik negosiasi yang tersembunyi. Dengan demikian, keberlangsungan ritual Cakak Pepadun tidak hanya ditentukan oleh otoritas formal laki-laki, tetapi juga oleh otoritas informal perempuan yang bekerja di balik struktur adat dalam menjaga legitimasi, kehormatan, dan keberlanjutan kehidupan adat Lampung Pepadun.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">306.09598 Budaya Lokal</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_77098"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_77098_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_77098_1057803_1" SIZE="17258114" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77098/1/24205021008_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77098/1/24205021008_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_77098_1057804_1" SIZE="29614017" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77098/2/24205021008_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77098/2/24205021008_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_77098_mods" ADMID="TMD_eprint_77098"><mets:fptr FILEID="eprint_77098_document_1057803_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_77098_document_1057804_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>