eprintid: 77101 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/71/01 datestamp: 2026-06-26 03:40:26 lastmod: 2026-06-26 03:40:26 status_changed: 2026-06-26 03:40:26 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Annisa Raudhatul Afra, NIM.: 24205031002 title: ANALISIS SEMANTIK KATA JANNAH DALAM AYAT-AYAT KISAH PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU ispublished: pub subjects: 297.12 divisions: ASD full_text_status: restricted keywords: Jannah, Semantik, Al-Qur’an, World View/ Weltanschauung, Kisah Nabi note: Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag. abstract: Penelitian ini mengkaji kata jannah dalam ayat-ayat al-Qur’an khususnya pada kisah para nabi. Pandangan masyarakat modern pada umumnya jika menyangkut perihalyang berkaitan dengan kata jannah cenderung mengartikan semata-mata sebagai surga di akhirat kelak. Jika ditarik lebih jauh ke belakang secara historis ketika al-Qur’an diturunkan, kata jannah telah melalui dinamika perubahan makna. Faktanya kata jannah yang digunakan di dalam al-Qur’an menggunakan makna ganda yakni kebun dan surga. Konteks masing-masing ayat menentukan bagaimana al-Qur’an menggunakan kata ini dan lebih khusus kepada ayat-ayat kisah para nabi akan semakin tampak secara realitas perbedaan penggunaan kata jannah. Penelitian ini menggunakan teori semantik Toshihiko Izutsu sebagai pisau analisisnya dan merupakan penelitian kualitatif yang berbasis kepustakaan (library research). Objek kajian dalam penelitian ini menyangkut pada empat kisah para nabi yakni kisah Nabi Muhammad dalam Q.S. An-Najm [53]: 15, kisah Nabi Hud dalam Q.S. ’asy-Syu‘arā’ [26]: 134, kisah Nabi Nuh dalam Q.S. Nuh [71]: 12, dan kisah Nabi Adam dalam Q.S. Al-Baqarah [2]: 35. Hasil penelitian didapati yakni pertama penggunaan kata Jannah dalam al-Qur’an khususnya pada ayat-ayat kisah tersebut memiliki bentuk kata yang polisemi secara kebahasaan yang mana satu kata memiliki banyak arti dan makna-maknanya masih memiliki keterhubungan satu sama lain. Kedua, berdasarkan proses semantik Toshihiko izutsu meliputi pencarian makna dasar yaitu janna yang berarti tertutup, makna relasional dilihat pada analisis sintagmatik dan paradigmatik, analisis historis sinkronik dan diakronik yang menyangkut masa pra Qur’anik, Qur’anik, dan pasca Qur’anik, hingga tahap penentuan pandangan dunia al-Qur’an (weltanschauung atau worldview). Pada weltanschauung al-Qur’an dibangun berdasarkan empat tahapan relasi antara Tuhan dan manusia yakni relasi ontologis, relasi komunikatif secara verbal maupun non verbal, relasi antara tuan dan hamba, dan relasi etik. Kata jannah dalam masing-masing ayat kisah para nabi yang menjadi objek kajian memiliki keempat relasi tersebut dalam mengungkap pandangan al-Qur’an mengenai kata jannah. date: 2026-06-02 date_type: published pages: 140 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Annisa Raudhatul Afra, NIM.: 24205031002 (2026) ANALISIS SEMANTIK KATA JANNAH DALAM AYAT-AYAT KISAH PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77101/1/24205031002_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77101/2/24205031002_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf