<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>NON-EKUIVALENSI MAKNA DALAM KOROANG MALA’BI AL-QUR’AN TERJEMAHAN BAHASA MANDAR KARYA MUH. IDHAM KHALID BODI (ANALISIS EKUIVALENSI MONA BAKER)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031017</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Taufiq</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa daerah yang dipahami sebagai interaksi antara ajaran agama dan budaya lokal telah menimbulkan problem dilematis karena kerap ditemukan fenomena non-ekuivalensi makna dalam hasil terjemahan. Keberadaan Koroang Mala’bi: Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Mandar karya Muh. Idham Khalid Bodi merepresentasikan dilema tersebut. Pasalnya, dalam sejumlah terjemahan—khususnya juz satu—muncul berbagai indikator seperti pergeseran, reduksi, perubahan, inkonsistensi, dan kesalahan teknis penulisan yang mengarah pada non-ekuivalensi makna. Indikator-indikator tersebut menyebabkan ketidaksepadanan makna antara teks sumber (al-Qur’an) dan teks sasaran (bahasa Mandar) yang berpotensi mempengaruhi pemahaman pembaca terhadap pesan yang terkandung di dalamnya.&#13;
Sebagai respon dari fenomena tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama, yaitu (i) bentuk non-ekuivalensi makna yang terdapat dalam Koroang Mala’bi: Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Mandar pada juz satu, dan (ii) sebab terjadinya non-ekuivalensi makna dalam Koroang Mala’bi: Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Mandar. Kedua masalah ini dielaborasi dengan deskriptif-komparatif yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori ekuivalensi Mona Baker yang mencakup tiga level, yakni kata, gramatikal, dan pragmatik. Pemilihan teori ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk non-ekuivalensi makna dan mengungkap penyebabnya. Data utama penelitian ini adalah terjemahan juz satu yang dianalisis secara komparatif dengan teks asli al-Qur’an (bahasa Arab) dan terjemahan Kementerian Agama edisi 2002. Tulisan ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif yang didasarkan pada studi kepustakaan (library research)&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam bentuk non-ekuivalensi makna dalam Koroang Mala’bi: Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Mandar. Pada level kata teridentifikasi bentuk kekeliruan diksi, penghilangan kata, inkonsistensi penerjemahan, dan kesalahan teknis. Pada level gramatikal ditandai oleh perubahan kalimat aktif ke pasif, pergeseran unsur kalimat, penghilangan elemen gramatikal, dan ketidaktepatan penerjemahan konjungsi. Sementara pada level pragmatik disebabkan oleh kecenderungan penerjemah mempertahankan bahasa sumber. Adapun penyebab non-ekuivalensi makna ada tiga, pertama, subjektivitas penerjemah yang menggunakan metode kombinasi tanpa mempertimbangkan prinsip kesepadanan dan kecenderungan simplifikasi makna. Kedua, ideologi penerjemahan yang berafiliasi dengan ideologi terjemahan Kementerian Agama dan kecenderungan pada ideologi foreignisasi. Ketiga, kesalahan teknis berupa tidak adanya pencantuman tanda baca dan kesalahan pengetikan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.13 Al-Qur'an - Analisis Bahasa</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>