<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS MAQASID Q.S. AR-RA’D (13): 28 SEBAGAI SOLUSI LONELINESS PADA GENERASI Z</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031020</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zaeef Luqmanul Muqtashid</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena loneliness pada Generasi Z semakin meningkat seiring dengan&#13;
perkembangan teknologi digital dan perubahan pola relasi sosial. Meskipun&#13;
generasi ini hidup dalam konektivitas digital yang tinggi, banyak individu justru&#13;
mengalami perasaan kesepian, keterasingan, dan krisis makna hidup. Berbagai&#13;
penelitian menunjukkan bahwa loneliness berkaitan dengan meningkatnya depresi,&#13;
kecemasan, serta berbagai gangguan kesehatan mental lainnya. Kondisi ini&#13;
menunjukkan bahwa kemudahan komunikasi digital tidak selalu menghasilkan&#13;
relasi yang bermakna. Dalam situasi tersebut, manusia modern sering mengalami&#13;
kegelisahan batin dan kehilangan orientasi hidup. Al-Qur’an menawarkan&#13;
perspektif spiritual sebagai sumber ketenangan jiwa, salah satunya melalui Q.S. Ar-&#13;
Ra’d (13): 28 yang menegaskan bahwa hati manusia memperoleh ketenteraman&#13;
melalui dzikrullah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis pemaknaan Q.S. Ar-Ra’d (13): 28 melalui pendekatan sistemik Jasser&#13;
Auda serta mengkontekstualisasikannya sebagai respons terhadap fenomena&#13;
loneliness pada Generasi Z.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian&#13;
kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data utama&#13;
penelitian adalah Q.S. Ar-Ra’d (13): 28 yang dianalisis menggunakan pendekatan&#13;
sistemik (systems approach) dalam kerangka maqasid yang dikembangkan oleh&#13;
Jasser Auda. Analisis dilakukan melalui enam fitur utama dalam pendekatan&#13;
tersebut, yaitu cognitive nature, wholeness, openness, interrelated hierarchy,&#13;
multidimensionality, dan purposefulness. Proses analisis dilakukan melalui tiga&#13;
tahap, yaitu analisis teks ayat berdasarkan penafsiran para mufasir, analisis&#13;
kontekstual terhadap fenomena loneliness, serta integrasi interpretatif yang&#13;
menghubungkan makna ayat dengan realitas kehidupan manusia modern.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pemaknaan&#13;
maqasid Q.S. Ar-Ra’d (13): 28 melalui pendekatan sistemik menunjukkan bahwa&#13;
konsep tuma’ninah (ketenangan hati) merupakan hasil keterkaitan antara iman,&#13;
dzikrullah, dan kesadaran spiritual manusia yang membentuk struktur nilai ayat&#13;
secara integratif. Dalam kerangka maqasid, hubungan tersebut berkaitan dengan&#13;
hifz ad-din, hifz al-‘aql, dan hifz an-nafs, di mana perlindungan jiwa (hifz an-nafs)&#13;
menjadi tujuan utama ayat. Kedua, kontekstualisasi ayat ini menunjukkan bahwa&#13;
dzikrullah tidak hanya dipahami sebagai praktik ibadah lisan, tetapi juga sebagai&#13;
mekanisme spiritual yang membentuk kesadaran dan orientasi hidup manusia.&#13;
Dalam konteks Generasi Z yang menghadapi tekanan sosial dan krisis identitas di&#13;
era digital, dzikrullah berperan sebagai sarana untuk mereduksi loneliness,&#13;
menumbuhkan ketenangan batin (tuma’ninah), serta memperkuat keseimbangan&#13;
antara kesehatan mental dan spiritualitas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>