TY - THES N1 - Dr. Mahbub Ghozali ID - digilib77106 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77106/ A1 - Didik Harianto, NIM.: 24205031042 Y1 - 2026/06/03/ N2 - Fat h al-Qadir karya tafsir al-Syawkani merupakan tafsir memperlihatkan dinamika penafsiran terhadap ayat-ayat mutasyabihat al-sifat yang ditandai oleh adanya inkonsistensi pendekatan interpretatif. Di satu sisi, melalui karya Al-Tuhaf fi al-Irsyad ila Mazahib al-Salaf, al-Syawkani menegaskan komitmennya terhadap manhaj salaf yang cenderung menolak ta'wil dan memilih pendekatan isbat atau tafwid. Namun, di sisi lain, dalam Fath al-Qadir ditemukan praktik ta'wil terhadap sejumlah ayat mutasyabihat al-sifat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk inkonsistensi penafsiran al-Syawkani terhadap ayat-ayat mutasyabihat al-sifat dalam Fath al-Qadir; dan (2) menganalisis faktor-faktor historis, intelektual, teologis, dan sosial-politik yang mempengaruhi inkonsistensi penafsirannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) dan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer. Sumber data primer penelitian ini adalah Fath al-Qadir. Adapun sumber data sekunder berupa buku, artikel jurnal, tesis, dan disertasi yang berkaitan dengan tafsir al-Syawkani, ayat mutasyabihat, ta'wil, dan hermeneutika. Analisis dilakukan melalui konsep historically effected consciousness, pre-understanding, dan fusion of horizons untuk membaca hubungan antara horizon intelektual al-Syawkani dengan praktik penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penafsiran ayat-ayat mutasyabihat al-sifat, al-Syawkani tidak menggunakan satu pendekatan yang tunggal dan konsisten, melainkan memperlihatkan variasi metodologis. Pada sifat al-infi'alat, ia cenderung menggunakan ta'wil yang menunjukkan kedekatan dengan tradisi Zaydiyyah dan orientasi tanzih, sedangkan pada sifat al-jawarih serta sifat al-jihah wa al-makan ia menggunakan pendekatan yang lebih beragam melalui ta'wil, tafwid, isbat, tarjih, dan tawaqquf yang menunjukkan kedekatannya dengan manhaj salaf. Melalui hermeneutika Gadamer, keragaman tersebut dipahami sebagai manifestasi negosiasi hermeneutik dan peleburan horizon antara teks, tradisi Zaydiyyah, orientasi salafi, pengalaman sosial-intelektual, serta kapasitas al-Syawkani sebagai mujtahid dan Qadi al-Qudat. Dengan demikian, inkonsistensi yang tampak dalam penafsirannya tidak menunjukkan kontradiksi metodologis, melainkan mencerminkan proses pemahaman yang dinamis yang termanifestasi dalam praktik ijtihadnya terhadap ayat-ayat mutasyabihat al-sifat. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Al-Syawkani KW - Ta'wil KW - Mutasyabihat Al-Sifat KW - Fath Al-Qadir KW - Hermeneutika Gadamer M1 - masters TI - DINAMIKA PEMIKIRAN AL-SYAWKANI TENTANG TAKWIL AYAT-AYAT MUTASYABIHAT AL-SIFAT DALAM FATH AL-QADIR: NEGOSIASI HERMENEUTIS AV - restricted EP - 197 ER -