TY - THES N1 - Dr. Ali Imron, S.Th.I., M.S.I. ID - digilib77107 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77107/ A1 - Amirah Saniyah Serepa, NIM.: 24205031065 Y1 - 2026/06/02/ N2 - Perkembangan teknologi gene editing CRISPR-Cas9 pada abad ke-21 telah memicu revolusi besar dalam kedokteran presisi, namun di sisi lain menimbulkan dilema etik, filosofis, dan teologis yang serius terkait batas intervensi manusia terhadap ciptaan Allah. Persoalan menjadi krusial ketika teknologi "gunting molekuler" ini tidak hanya digunakan sebagai sarana pengobatan medis (healing), melainkan membuka peluang bagi praktik rekayasa genetika non-medis (enhancement) seperti kosmetik rupa (designer babies) serta modifikasi sel germinal yang dampaknya dapat diwariskan antar lintas generasi. Berangkat dari realitas tersebut, terjadi kekosongan parameter moral akibat adanya kesenjangan yang lebar (gap) ketika teks keagamaan dipahami secara kaku untuk menjawab realitas sains modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ulang konsep larangan mengubah ciptaan Allah (taghy?r khalqill?h), agar dapat menemukan dan memahami batasan etik yang jelas dalam Al-Qur?an terhadap batas operasional pemanfaatan isu gene editing CRISPR-Cas9. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian kualitatif dalam bentuk studi kepustakaan (library research) ini menggunakan pendekatan hermeneutika kontekstual yang ditawarkan oleh Abdullah Saeed sebagai pisau analisis utamanya. Teks-teks suci yang menjadi objek formal kajian ini difokuskan secara integratif pada empat ayat pilihan, yaitu QS. an-Nis?? [4]: 119, QS. ?li ?Imr?n [3]: 6, QS. ar- R?m [30]: 30, dan QS. al-Infi??r [82]: 6?8. Keempat ayat penciptaan dan fitrah tersebut dibedah secara komparatif melalui intermediasi tafsir At-Tabari, Al- Qurtubi, dan Hamka melalui empat tahapan metodis sistematis Abdullah Saeed, yang meliputi: analisis linguistik, analisis konteks sosio-historis makro-mikro abad ke-7 dan intermediasi teks dari masa klasik hingga modern, identifikasi hierarki nilai-nilai meliputi; memisahkan antara nilai instruksional lokal-temporal dengan nilai fundamental universal-abadi, hingga proses reaplikasi atau kontekstualisasi nilai ke dalam realitas sains kontemporer saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa redefinisi konsep taghy?r khalqill?h menolak pemaknaan literal-generalistik yang menganggap seluruh intervensi biologis genom sebagai tindakan tercela. Al-Qur'an sejatinya tidak melarang perubahan fisik yang bersifat restoratif, melainkan melarang perubahan destruktif yang didorong oleh hawa nafsu, kesombongan ilmiah, komodifikasi genom, dan penyeragaman tubuh manusia. Dalam horizon ?if? an-nafs (perlindungan jiwa), Al- Qur'an sejatinya meletakkan enam batasan etik utama dalam merespons gene editing, yaitu pertama batasan orientasi terapeutik yang jelas, di mana intervensi harus ditujukan murni untuk pemulihan medis; kedua, batasan kebutuhan yang nyata dan proporsional, guna mencegah tindakan melampaui batas kewajaran fisik; ketiga, batasan prinsip keselamatan dan kehati-hatian, demi menghindari risiko biologis yang membahayakan jiwa; keempat, batasan keadilan distributif dan tanggung jawab sosial, agar pemanfaatan teknologi tidak eksklusif dan menciptakan ketimpangan sosial-biologis; kelima, Batasan tegas terhadap enhancement non-terapeutik; serta keenam editing germinal berisiko tinggi yang dapat memicu krisis etik antargenerasi. Berdasarkan enam parameter tersebut, gene editing pada tingkat sel somatik yang bertujuan terapeutik-restoratif untuk mengobati kelainan genetik berat secara syariat dapat dibenarkan sebagai tindakan "menyempurnakan" fungsi kehidupan. Sebaliknya, modifikasi kosmetik dan manipulasi embrio dini dikategorikan sebagai tindakan "mengubah" ciptaan yang tercela karena merusak harmoni fitrah manusia. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Taghyir Khalqillah KW - CRISPR-Cas9 KW - Abdullah Saeed KW - Bioetika Islam KW - Hifz An-Nafs M1 - masters TI - KONTEKSTUALISASI PENAFSIRAN AYAT-AYAT TAGHYIR KHALQILLAH DAN RELAVANSINYA DENGAN ISU GENE EDITING CRISPR-Cas9 AV - restricted EP - 180 ER -