@phdthesis{digilib7711, month = {February}, title = {ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS GULA PADA PG. MOJO DI KABUPATEN SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA - DMAIC }, school = {UIN SUNAN KALIJAGA}, author = {NIM. 08660057 USWATUN HASANAH}, year = {2013}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/7711/}, abstract = {Penelitian ini dilakukan di PG. Mojo Kabupaten Sragen yang berlokasi di Jalan Kyai Mojo Kabupaten Sragen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas gula kristal dengan tingkat kecacatan produk dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode Six Sigma ? DMAIC. Six Sigma merupakan proses disiplin tinggi yang membantu mengembangkan dan mengantarkan produk mendekati sempurna. Salah satu metodologi dalam upaya peningkatan menuju target Six Sigma adalah DMAIC yang memberikan langkah dari menemukan permasalahan, mengidentifikasi penyebab masalah hingga akhirnya menemukan solusi untuk memperbaikinya. Ada beberapa tahapan dalam metodologi DMAIC yaitu Define (mendefinisikan masalah), Measure (pengukuran), Analysis (analisa), Improve (pengembangan), Control (pengendalian). Dari hasil penelitian diperoleh nilai sigma diperoleh nilai sigma pada bulan Juli sampai bulan September 2012 yaitu 3,895 ; 3,891; dan 3,874 dengan nilai Cp {\ensuremath{>}} 1. Kemudian dengan melihat fishbone dan FMEA diperoleh faktorfaktor yang berpotensial menyebabkan terjadinya cacat dan cara penanggulannya. Nilai RPN tertinggi sebesar 278,256 yaitu pada jenis cacat gula halus atau abu dengan komponen atau proses pada tekanan vacuum yang tidak sesuai standar yang dapat menyebabkan proses masakan terlalu lama dan menghasilkan gula halus atau abu terlalu banyak. Sehingga pada tekanan vacuum harus dilakukan pengecekan rutin agar selalu stabil. Kata Kunci : Six Sigma, DMAIC, FMEA, fishbone, RPN, Cp, Kualitas} }