%0 Thesis %9 Masters %A Arip Rachman Ritonga, NIM.: 24204021026 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:77113 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Buku ajar bahasa Arab; Kitab Kaifa Tutqin An-nahwa; pembelajaran nahwu %P 277 %T ANALISIS BUKU AJAR KITAB KAIFA TUTQIN AN-NAHWA KARYA AHMAD ISKANDAR PERSPEKTIF TEORI WILLIAM FRANCIS MACKEY %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77113/ %X Pembelajaran nahwu dalam bahasa Arab masih sering dianggap sulit oleh peserta didik karena materi yang cenderung teoritis, kompleks, dan kurang kontekstual. Padahal, penguasaan nahwu memiliki peran penting dalam memahami struktur, makna, dan analisis teks bahasa Arab. Oleh karena itu, kualitas penyajian materi dalam buku ajar nahwu menjadi aspek penting yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi dalam kitab Kaifa Tutqinu an-Nahwa karya Ahmad Iskandar berdasarkan teori William Francis Mackey yang meliputi aspek selection (pemilihan materi), gradation (pengurutan materi), presentation (penyajian materi), dan repetition (pengulangan materi), serta mengidentifikasi kelebihan dan keterbatasannya sebagai bahan ajar nahwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian adalah kitab Kaifa Tutqinu an-Nahwa sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab, analisis buku ajar, dan teori William Francis Mackey. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan content analysis untuk mengkaji struktur, sistematika, dan pola penyajian materi dalam kitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Kaifa Tutqinu an-Nahwa disusun secara sistematis dan konsisten sesuai teori William Francis Mackey. Pada aspek selection, materi mencakup unsur inti ilmu nahwu sesuai kebutuhan pembelajaran gramatikal. Pada aspek gradation, materi disusun bertahap dari konsep sederhana menuju pembahasan sintaksis yang lebih kompleks. Pada aspek presentation, kitab menggunakan pola deduktif melalui penjelasan kaidah, tabel, ringkasan, dan latihan. Sementara pada aspek repetition, pengulangan materi dilakukan melalui rangkuman, latihan, dan kemunculan kembali pola i‘rab pada berbagai pembahasan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kitab memiliki keunggulan pada sistematika penyajian dan penguatan analisis struktural, tetapi masih terbatas dalam pengembangan aspek komunikatif dan keterampilan produktif bahasa Arab. Dengan demikian, kitab ini layak digunakan sebagai bahan ajar nahwu akademik, meskipun tetap memerlukan integrasi pendekatan komunikatif dan latihan aplikatif agar pembelajaran lebih fungsional dan kontekstual. %Z Prof. Dr. H. Maksudin, M.Ag.