relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77115/ title: STELLAR COLLAPSE DALAM TAFSIR INDONESIA (STUDI ATAS TAFSIR ILMI KEMENTERIAN AGAMA RI DAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB) creator: Muhammad Afdal, NIM.: 24205031088 subject: 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir description: Penelitian ini mengkaji konsep stellar collapse dalam penafsiran ayat-ayat kosmologis Al-Qur'an dengan fokus pada perbandingan antara Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Penelitian ini berangkat dari berkembangnya kajian integrasi sains dan tafsir Al-Qur’an, khususnya terkait fenomena keruntuhan bintang, sementara penafsiran terhadap ayat-ayat tentang kehancuran dan perubahan struktur langit masih menunjukkan perbedaan pendekatan di kalangan mufassir Indonesia. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis bagaimana kedua tafsir tersebut memahami ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena stellar collapse, metode penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap wacana hubungan antara Al-Qur’an dan sains modern di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis library research dengan pendekatan hermeneutika fusion of horizons dari Hans-Georg Gadamer untuk menjelaskan bagaimana Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah memahami ayat-ayat kosmologi dengan membawa cakrawala ilmu pengetahuan modern ke dalam dialog dengan teks Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena stellar collapse dapat dipahami sebagai proses keruntuhan bintang akibat habisnya bahan bakar nuklir. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun Al-Qur’an tidak menyebutkan stellar collapse secara eksplisit, terdapat sejumlah ayat yang memberikan isyarat terhadap proses evolusi dan kehancuran bintang, khususnya dalam Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah. Tafsir Ilmi Kemenag lebih menekankan hubungan ayat-ayat kauniyah dengan penemuan sains modern secara deskriptif-edukatif, sedangkan Quraish Shihab menafsirkan fenomena tersebut secara filosofis dan teologis. Melalui analisis hermeneutika Hans-Georg Gadamer, penelitian ini juga menunjukkan adanya fusion of horizons antara cakrawala teks Al-Qur’an, konteks mufasir, dan perkembangan ilmu astrofisika modern, sehingga menghasilkan pemahaman yang integratif antara wahyu dan sains. Berdasarkan analisis teori fusion of horizons Hans-Georg Gadamer, penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran fenomena stellar collapse dalam Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al-Misbah menunjukkan adanya hubungan antara teks Al-Qur’an dan perkembangan sains modern. Tafsir Ilmi Kemenag lebih menekankan penjelasan ilmiah, sedangkan Tafsir Al-Misbah lebih menonjolkan makna teologis dan filosofis. Dari kedua tafsir tersebut dapat dipahami bahwa fenomena stellar collapse bukan hanya peristiwa ilmiah, tetapi juga tanda kebesaran Allah. date: 2026-06-04 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77115/1/24205031088_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77115/2/24205031088_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Muhammad Afdal, NIM.: 24205031088 (2026) STELLAR COLLAPSE DALAM TAFSIR INDONESIA (STUDI ATAS TAFSIR ILMI KEMENTERIAN AGAMA RI DAN TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.