<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI MAKNA AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG AKHLAK DAN SPIRITUAL DALAM KONTEN DAKWAH @LIMPRODUCTION DI INSTAGRAM</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031101</mods:namePart><mods:namePart type="family">Eka Novitha Utami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Representasi makna ayat-ayat Al-Qur’an oleh pesantren di media sosial cenderung&#13;
mengalami simplifikasi dan fragmentasi makna sebagai konsekuensi penyesuaian&#13;
terhadap format platform digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi&#13;
makna Al-Qur’an dan mekanisme pembentukan pesan dakwah dalam akun&#13;
Instagram @limproduction. Dengan menggunakan analisis Encoding/Decoding,&#13;
penelitian ini membedah bagaimana tren kontemporer direpresentasikan dan&#13;
direlevansikan dengan ayat-ayat Al-Qur’an serta nilai-nilai kepesantrenan.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi&#13;
melalui penelusuran dan eksplorasi data pada akun @limproduction sebagai sumber&#13;
data primer.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Al-Qur’an yang dikonstruksikan oleh&#13;
kreator berfungsi sebagai pendukung tujuan dakwah sekaligus legitimasi terhadap&#13;
narasi dakwah yang disederhanakan sesuai format Instagram. Mekanisme&#13;
pemaknaan dibangun melalui relevansi isu-isu aktual, budaya populer, dengan ayatayat&#13;
Al-Qur’an, namun tetap berlandaskan nilai-nilai kepesantrenan yang berakar&#13;
pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Penyederhanaan makna ayat dalam&#13;
unggahan merupakan strategi afirmasi dalam proses pemaknaan Al-Qur’an di&#13;
media sosial. Di sisi lain, mekanisme pemaknaan tersebut melahirkan respons&#13;
negosiasi dan oposisi dari audiens karena pesan yang diharapkan oleh audiens dari&#13;
pesantren tidak selalu sejalan dengan representasi yang tampil di media sosial.&#13;
Temuan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kerangka pengetahuan&#13;
kreator dan audiens.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>