<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>AMTSAL SURAH AL-BAQARAH DALAM TAFSIR ASY-SYA’RAWI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 24205031115</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siti Nur Azizah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas amtsal al-Qur’an dalam penafsiran Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi dengan fokus pada ayat-ayat amtsal dalam Surah al-Baqarah. Amtsal merupakan salah satu bentuk uslub al-Qur’an yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan ilahiah melalui perumpamaan agar makna yang abstrak menjadi lebih konkret, mudah dipahami, serta memberikan pengaruh yang mendalam bagi pembacanya. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami metode perumpamaan dalam al-Qur’an sebagai bagian dari keindahan retorika dan media edukatif dalam penafsiran.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir asy-Sya’rawi, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, jurnal, artikel, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan amtsal al-Qur’an. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan memaparkan penafsiran ayat-ayat amtsâl, kemudian dianalisis berdasarkan pendekatan balaghah, konteks sosial, dan relevansinya terhadap kehidupan kontemporer.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa amtsâl dalam al-Qur’an memiliki fungsi interpretatif dan argumentatif dalam menjelaskan makna ayat. Bentuk amtsâl dalam al-Qur’an terbagi menjadi tiga macam, yaitu amtsal musarrahah, amtsal kaminah, dan amtsal mursalah. Dalam penafsirannya, asy-Sya’rawi menggunakan pendekatan adabi-ijtima‘i dengan penekanan pada aspek kebahasaan, realitas sosial, serta contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Penafsiran beliau mampu menyederhanakan konsep-konsep abstrak menjadi lebih konkret melalui analogi dan ilustrasi yang komunikatif. Selain itu, metode amtsal yang digunakan asy-Sya’rawi menunjukkan relevansi al-Qur’an dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kehidupan modern.&#13;
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa amtsal al-Qur’an memiliki peranan penting sebagai metode penyampaian pesan yang efektif dalam membangun pemahaman, penghayatan, dan kesadaran moral manusia. Penafsiran asy-Sya’rawi terhadap ayat-ayat amtsal tidak hanya menampilkan aspek kebahasaan dan keindahan retorika al-Qur’an, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai edukatif, sosial, dan spiritual yang relevan dengan konteks kehidupan kontemporer.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>