%0 Thesis %9 Doctoral %A Iffah Khoiriyatul Muyassaroh, NIM.: 22304011009 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:77130 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Ulama Perempuan, Pendidikan Agama Islam Transformatif, Penafsiran Nash yang Dipersepsi Bias Gender, Pondok Pesantren %P 786 %T KONSTRUKSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TRANSFORMATIF PEMAHAMAN ULAMA PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN AL-BAROKAH DAN AL-MUQORROBIN TERKAIT NAS YANG DIPERSEPSI BIAS GENDER %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77130/ %X Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis yang dipadukan dengan perspektif historis sosiologis. Penelitian ini dilaksanakan enam bulan di Pondok Pesantren Al-Barokah dan Pondok Pesantren Al-Muqorrobin Ponorogo, Jawa Timur. Subjek epistemik utama dalam penelitian ini adalah ulama perempuan pesantren, khususnya Ibu Nyai, yang diposisikan sebagai aktor pengetahuan yang secara aktif mengonstruksi, merefleksikan, dan mentransformasikan pemahaman nash ke dalam praktik Pendidikan Agama Islam berdasarkan pengalaman hidup dan otoritas keilmuan mereka. Analisis dibangun melalui teori konstruksi sosial dengan tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, yang diperkuat oleh hermeneutika feminis Islam serta paradigma maqāṣid al-sharī‘ah berbasis mubādalah sebagai landasan normatif dan etis dalam menafsirkan nash yang dipersepsi bias gender. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan teknik purposive dan snowball sampling, serta divalidasi melalui triangulasi, member check, dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterlibatan ulama perempuan di Pesantren Al-Barokah dan Al-Muqorrobin Ponorogo menjadi penting karena mereka berperan sebagai subjek epistemik yang mengintegrasikan pengalaman hidup perempuan, pembacaan nash, dan praksis pendidikan pesantren berbasis adab sehingga melahirkan Pendidikan Agama Islam transformatif yang adil gender dari dalam tradisi pesantren. (2) xiii pemahaman ulama perempuan terhadap nash yang dipersepsi bias gender dikonstruksi melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu pendekatan literal adaptif yang menegaskan tanggung jawab moral dan keseimbangan relasi berbasis tradisi kitab klasik, serta pendekatan kontekstual kritis yang menekankan prinsip kesalingan, kesetaraan spiritual, dan tanggung jawab sosial. (3) pengalaman ulama perempuan dalam praktik Pendidikan Agama Islam adil gender terwujud dalam implementasi tujuan, kurikulum, strategi, dan nilai pembelajaran yang berorientasi pada keberdayaan santri perempuan melalui pembelajaran dialogis, musyawarah, keteladanan, pembiasaan adab, serta pengaitan ajaran kitab klasik dengan pengalaman hidup santri. (4) konstruksi Pendidikan Agama Islam transformatif adil gender dirumuskan dalam model integratif yang mencakup tafsir hidup berbasis pengalaman perempuan, adab sebagai etika relasional pendidikan, pembelajaran dialogis berbasis mubadalah, dan penguatan peran sosial ekonomi santri perempuan sebagai satu kesatuan pendidikan keagamaan yang reflektif, kontekstual, dan berkeadilan. Kata kunci: Ulama Perempuan, Pendidikan Agama Islam Transformatif, Penafsiran Nash yang Dipersepsi Bias Gender, Pondok Pesantren xiv %Z Prof. Dr. H. Maragustam, M.A.