<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONSTRUKSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TRANSFORMATIF&#13;
PEMAHAMAN ULAMA PEREMPUAN DI PONDOK PESANTREN&#13;
AL-BAROKAH DAN AL-MUQORROBIN TERKAIT NAS&#13;
YANG DIPERSEPSI BIAS GENDER</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22304011009</mods:namePart><mods:namePart type="family">Iffah Khoiriyatul Muyassaroh</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain&#13;
fenomenologis yang dipadukan dengan perspektif historis sosiologis.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan enam bulan di Pondok Pesantren Al-Barokah&#13;
dan Pondok Pesantren Al-Muqorrobin Ponorogo, Jawa Timur. Subjek&#13;
epistemik utama dalam penelitian ini adalah ulama perempuan pesantren,&#13;
khususnya Ibu Nyai, yang diposisikan sebagai aktor pengetahuan yang&#13;
secara aktif mengonstruksi, merefleksikan, dan mentransformasikan&#13;
pemahaman nash ke dalam praktik Pendidikan Agama Islam berdasarkan&#13;
pengalaman hidup dan otoritas keilmuan mereka. Analisis dibangun&#13;
melalui teori konstruksi sosial dengan tahapan eksternalisasi, objektivasi,&#13;
dan internalisasi, yang diperkuat oleh hermeneutika feminis Islam serta&#13;
paradigma maqāṣid al-sharī‘ah berbasis mubādalah sebagai landasan&#13;
normatif dan etis dalam menafsirkan nash yang dipersepsi bias gender.&#13;
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan&#13;
studi dokumentasi dengan teknik purposive dan snowball sampling, serta&#13;
divalidasi melalui triangulasi, member check, dan diskusi sejawat.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterlibatan ulama perempuan di&#13;
Pesantren Al-Barokah dan Al-Muqorrobin Ponorogo menjadi penting&#13;
karena mereka berperan sebagai subjek epistemik yang mengintegrasikan&#13;
pengalaman hidup perempuan, pembacaan nash, dan praksis pendidikan&#13;
pesantren berbasis adab sehingga melahirkan Pendidikan Agama Islam&#13;
transformatif yang adil gender dari dalam tradisi pesantren. (2)&#13;
xiii&#13;
pemahaman ulama perempuan terhadap nash yang dipersepsi bias gender&#13;
dikonstruksi melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu&#13;
pendekatan literal adaptif yang menegaskan tanggung jawab moral dan&#13;
keseimbangan relasi berbasis tradisi kitab klasik, serta pendekatan&#13;
kontekstual kritis yang menekankan prinsip kesalingan, kesetaraan&#13;
spiritual, dan tanggung jawab sosial. (3) pengalaman ulama perempuan&#13;
dalam praktik Pendidikan Agama Islam adil gender terwujud dalam&#13;
implementasi tujuan, kurikulum, strategi, dan nilai pembelajaran yang&#13;
berorientasi pada keberdayaan santri perempuan melalui pembelajaran&#13;
dialogis, musyawarah, keteladanan, pembiasaan adab, serta pengaitan&#13;
ajaran kitab klasik dengan pengalaman hidup santri. (4) konstruksi&#13;
Pendidikan Agama Islam transformatif adil gender dirumuskan dalam&#13;
model integratif yang mencakup tafsir hidup berbasis pengalaman&#13;
perempuan, adab sebagai etika relasional pendidikan, pembelajaran&#13;
dialogis berbasis mubadalah, dan penguatan peran sosial ekonomi santri&#13;
perempuan sebagai satu kesatuan pendidikan keagamaan yang reflektif,&#13;
kontekstual, dan berkeadilan.&#13;
Kata kunci: Ulama Perempuan, Pendidikan Agama Islam Transformatif,&#13;
Penafsiran Nash yang Dipersepsi Bias Gender, Pondok Pesantren&#13;
xiv</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Agama Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>