eprintid: 77189 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/71/89 datestamp: 2026-06-25 01:36:06 lastmod: 2026-06-25 01:36:06 status_changed: 2026-06-25 01:36:06 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Salsabiela Zahra Lubis, NIM.: 22103070091 title: TINJAUAN LEMBAGA NEGARA TERHADAP KEDUDUKAN DAN AKUNTABILITAS LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF NASIONAL DALAM PENGELOLAAN ROYALTI MUSIK DI INDONESIA ispublished: pub subjects: 342 divisions: tata_negara full_text_status: restricted keywords: LMKN, Hukum Tata Negara, Akuntabilitas, Royalti Musik, Lembaga Bantu Negara. note: Nilman Ghofur, M.Sos abstract: Penelitian ini menganalisis tinjauan Hukum Tata Negara terhadap kedudukan dan akuntabilitas Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam pengelolaan royalti musik di Indonesia. Permasalahan utama dalam penelitian ini berakar pada Pasal 87 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang menciptakan paradok kelembagaan, di mana LMKN didefinisikan sebagai lembaga nirlaba berbadan hukum privat yang dibentuk oleh elemen privat, namun diberikan kewenangan atributif untuk menjalankan fungsi negara dalam menarik dan menghimpun dana dari masyarakat. Kondisi ini menyebabkan kedudukan LMKN menjadi Unik dan Ambigu dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, sehingga memicu kekaburan wewenang pertanggungjawaban serta kevakuman mekanisme pengawasan negara. Melalui metode Yuridis Normatif, penelitian ini mengombinasikan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis konsistensi norma hukum secara hierarkis. Fokus utamanya adalah mengevaluasi sinkronisasi regulasi dari tingkat Undang-Undang hingga peraturan pelaksana teknis dalam Peraturan Menteri Hukum terbaru, guna mengidentifikasi adanya potensi tumpang tindih atau kekosongan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan LMKN merupakan anomali dalam desain kelembagaan karena substansi kewenangannya bersifat publik sementara wadah organisasinya bersifat privat. Namun, hadirnya Permenkumham Nomor 27 Tahun 2025 memberikan rekonstruksi hukum dengan mendefinisikan LMKN secara eksplisit sebagai lembaga bantu pemerintah (state auxiliary organ) yang dibentuk oleh Menteri. Bentuk akuntabilitas LMKN yang sebelumnya bersifat minimalis dan administratif kini diperkuat melalui mekanisme pengawasan aktif oleh Tim Pengawas yang didanai APBN serta mandat integrasi Pusat Data Lagu dan Musik sebagai single source of truth. Selain itu, regulasi terbaru memberikan perlindungan nyata terhadap harta benda warga negara (Hifz al-Mal) melalui pembatasan dana operasional maksimal sebesar 8% untuk menjamin transparansi dan keadilan bagi para pemilik hak ekonomi. Kata Kunci: LMKN, Hukum Tata Negara, Akuntabilitas, Royalti Musik, Lembaga Bantu Negara. date: 2026-05-06 date_type: published pages: 123 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Salsabiela Zahra Lubis, NIM.: 22103070091 (2026) TINJAUAN LEMBAGA NEGARA TERHADAP KEDUDUKAN DAN AKUNTABILITAS LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF NASIONAL DALAM PENGELOLAAN ROYALTI MUSIK DI INDONESIA. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77189/1/22103070091_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77189/2/22103070091_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf