    {
      "department": "FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM",
      "subjects": [
        297.1226
      ],
      "eprintid": 77193,
      "thesis_type": "masters",
      "date": "2026-05-22",
      "userid": 12243,
      "documents": [
          {
            "language": "id",
            "placement": 1,
            "eprintid": 77193,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-06-25 01:57:18",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1836494,
                  "objectid": 1057994,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1836494",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "f5bcfa547b34dc2d69bb23a5813a0009",
                  "filesize": 3469696,
                  "filename": "24205031079_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"
                }
            ],
            "content": "published",
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1057994",
            "main": "24205031079_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1057994,
            "format": "text",
            "security": "public",
            "pos": 1,
            "formatdesc": "RELASI EMOSIONAL SUAMI DAN ISTRI DALAM AL-QUR’ĀN: PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHĀR DAN AL-MISBĀH"
          },
          {
            "language": "id",
            "placement": 2,
            "eprintid": 77193,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-06-25 01:57:22",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1836498,
                  "objectid": 1057995,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1836498",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "f294f1f41e36b7a09870b5747b1cf360",
                  "filesize": 5083635,
                  "filename": "24205031079_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"
                }
            ],
            "rev_number": 3,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1057995",
            "main": "24205031079_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1057995,
            "format": "text",
            "security": "validuser",
            "pos": 2,
            "formatdesc": "RELASI EMOSIONAL SUAMI DAN ISTRI DALAM AL-QUR’ĀN: PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHĀR DAN AL-MISBĀH"
          }
      ],
      "rev_number": 11,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "NIM.: 24205031079",
            "honourific": null,
            "family": "Afifah"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/71\/93",
      "keywords": "relasi emosional; suami dan istri; Al-Qur’an; Tafsir Al-Azhar; Tafsir\r\nAl-Misbah",
      "lastmod": "2026-06-25 02:04:47",
      "ispublished": "pub",
      "metadata_visibility": "show",
      "date_type": "published",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-06-25 02:04:47",
      "datestamp": "2026-06-25 02:04:47",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/77193",
      "thesis_name": "other",
      "note": "Dr. Imam Iqbal, S.Fil.I., M.S.I.",
      "full_text_status": "restricted",
      "contact_email": "muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id",
      "divisions": [
        "pr_iat_s2"
      ],
      "abstract": "Penelitian ini berawal dari kenyataan bahwa kajian terhadap diksi zawaja, labasa, dan sakana yang merepresentasikan relasi suami dan istri selama ini belum sepenuhnya utuh dan tuntas. Seperti penafsiran para mufasir terhadap diksi-diksi tersebut yang masih bersifat umum dan parsial karena tersebar di berbagai penafsiran ayat secara terpisah. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan khazanah keilmuan serta keragaman cara pandang para peneliti dalam memahami dan memaknai diksi-diksi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini hendak membaca ayat-ayat mengenai relasi emosional suami dan istri secara utuh menggunakan pendekatan tematik dan teori The Sound Relationship House (teori Gottman), dan menjawab rumusan masalah diantaranya: pertama, bagaimana penelusuran dan pemetaan terhadap ayat-ayat Al- Qur’ān yang memuat diksi zawaja, labasa, dan sakana dalam konteks relasi emosional suami dan istri? Kedua, bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang relasi emosional suami dan istri dalam Al-Qur’ān? Ketiga, bagaimana pola relasi emosional dalam Al- Qur’ān membentuk prinsip kedekatan, keamanan, dan ketenangan? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang menggunakan sumber data primer diantaranya ayat-ayat Al- Qur’ān mengenai relasi emosional suami dan istri. Sedangkan data-data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, maupun tesis yang setema untuk memberikan penjelasan tambahan yang lebih detail. Analisis data penelitian bersifat bersifat interdisipliner karena berusaha mendialogkan antara prinsip-prinsip Al-Qur’ān dengan teori Gottman. Teori Gottman turut digunakan untuk membaca prinsip-prinsip relasi emosional suami dan istri dalam Al-Qur’ān secara praktis. Hasil dari penelitian ini terdiri dari tiga kesimpulan. Pertama, melalui pendekatan tematik, penelusuran dan pemetaan ayat terhadap diksi menghasilkan 156 temuan dengan berbagai pembahasan. Namun, dari 156 ayat tersebut, ada lima ayat yang dipilih dianggap relevan dan secara langsung berkaitan dengan dinamika relasi emosional suami dan istri, yakni Q.S. Al-Aʻrāf [7]: 189, Q.S. An-Naḥl [16]: 72, Q.S. Al-Furqān [25]: 74, Q.S. Ar-Rūm [30]: 21 dan Q.S. Al-Baqarah [2]: 187. Kedua, melalui analisis interpretatif M. Quraish Shihab dan Buya Hamka, peneliti melihat bahwa kedua mufasir tersebut mengarahkan pada perumusan tiga prinsip utama relasi emosional suami dan istri, yakni pertama kedekatan emosional yang berakar pada konsep anfusikum yang merepresentasikan kedekatan yang bersumber dari jiwa yang satu atau sama, prinsip keamanan emosional yang direpresentasikan melalui metafora pakaian (libās), dan prinsip ketenangan emosional yang merujuk pada konsep sakan yang kemudian diperkaya melalui permohonan akan hadirnya qurrata aʻyun (penyejuk mata). Ketiga, melalui peleburan antara tiga prinsip emosional dalam Al-Qur’ān dengan perspektif The Sound Relationship House, peneliti melihat bahwa pola relasi emosional dalam Al-Qur’ān membentuk bangunan yang utuh, di mana kedekatan (anfusikum) memiliki posisi sebagai fondasi dasar yang akan memunculkan keamanan (libās) sebagai bentuk manifestasi perlindungan batin, yang pada akhirnya bermuara pada ketenangan (sakīnah) sebagai puncak stabilitas emosional dalam mewujudkan hakikat pernikahan yang sesuai dengan prinsip Al-Qur’ān. Peleburan tersebut juga membuktikan bahwa stabilitas emosi dalam suatu hubungan secara praktis menjadi prasyarat dalam mencapai puncak ketenangan mendalam (qurrata aʻyun), serta\r\nmenjadi wujud dari visi penghambaan dalam kehidupan rumah tangga.",
      "type": "thesis",
      "title": "RELASI EMOSIONAL SUAMI DAN ISTRI DALAM AL-QUR’AN: PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHAR DAN AL-MISBĀH",
      "institution": "UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA",
      "pages": 130
    }