@phdthesis{digilib77196, month = {December}, title = {SPIRITUAL OF UNITY FOCOLARE MOVEMENT: STUDI DIALOG ANTARAGAMA ANGGOTA FOCOLARE YOGYAKARTA}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 20105020018 M. Putera Yuniar Avicenna}, year = {2025}, note = {Khairullah Zikri, S.Ag., MAStRel.}, keywords = {gerakan focolare; Spiritualitas Kesatuan, Dialog Kehidupan, Dialog Intraagama, Teori Banawiratma}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77196/}, abstract = {Penelitian ini mengeksplorasi fenomena Gerakan Focolare di Yogyakarta, sebuah gerakan spiritualitas awam Katolik yang berhasil membangun kohesi sosial di tengah masyarakat mayoritas Muslim. Fokus utama penelitian adalah menjawab bagaimana "Spiritualitas Kesatuan" (Spirituality of Unity) dihayati oleh anggotanya dan bagaimana spiritualitas tersebut diejawantahkan dalam praksis dialog antaragama. Studi ini menelusuri transformasi nilai-nilai teologis eksklusif seperti "Yesus yang Ditinggalkan" menjadi praksis inklusif yang dapat diterima secara universal oleh lintas iman, menawarkan alternatif dialog yang bergerak dari "wacana dogmatis" menuju "tindakan nyata". Menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi partisipatoris dan wawancara mendalam dengan anggota Focolare dari berbagai latar belakang agama (Katolik, Protestan, dan Islam). Analisis data dilakukan menggunakan dua pisau bedah teoretis: "Lima Bentuk Dialog" Focolare dan teori "Tujuh Dataran Dialog" J.B. Banawiratma. Kerangka Banawiratma digunakan secara spesifik untuk menguji kedalaman dialog, dari sekadar kerukunan permukaan hingga transformasi sosial dan teologis yang mendasar. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model "dialog kehidupan" berbasis ortopraksis sebagai solusi atas kejenuhan dialog formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spiritualitas Kesatuan dihayati bukan sebagai dogma, melainkan gaya hidup melalui penerapan "Seni Mengasihi" dan "Hukum Emas". Berdasarkan analisis Banawiratma, kekuatan utama Focolare terletak pada Dialog Kehidupan dan Dialog Aksi, di mana sekat prasangka runtuh melalui interaksi kekeluargaan. Temuan paling signifikan adalah terjadinya Dialog Intraagama, interaksi intensif di Focolare justru memperkuat identitas keimanan anggota; anggota Muslim menjadi lebih taat, demikian pula anggota Kristen. Focolare Yogyakarta membuktikan diri sebagai laboratorium kerukunan di mana perbedaan dirayakan dalam harmoni cinta kasih timbal balik.} }