<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MANAJEMEN IMPRESI MUSISI JALANAN DI KAWASAN MALIOBORO: STUDI DRAMATURGI TENTANG PANGGUNG DEPAN DAN PANGGUNG BELAKANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21107020017</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Iqbal Rasyidi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik pertunjukan musisi jalanan di kawasan&#13;
Malioboro Yogyakarta serta bagaimana musisi jalanan mengelola penampilan dan interaksi&#13;
dengan penonton di ruang publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan&#13;
pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam&#13;
dengan musisi jalanan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik&#13;
pertunjukan musisi jalanan berlangsung dalam pola yang relatif terstruktur dan terlembaga.&#13;
Pada panggung depan (front stage), kelompok musisi resmi yang terikat pada sistem zonasi&#13;
tujuh titik dan jadwal shift secara sadar mengelola penataan setting panggung, penampilan fisik&#13;
(appearance) berupa kostum yang rapi/sopan, serta gaya interaksi (manner) yang santun untuk&#13;
memikat wisatawan sebagai sumber nilai ekonomi sekaligus menepis stigma negatif.&#13;
Sebaliknya, penampil tidak resmi membangun panggung depan secara lebih cair dan fleksibel&#13;
melalui strategi mobile. Pada panggung belakang (back stage), realitas di balik layar dikelola&#13;
secara ketat melalui konsolidasi internal kelompok di basecamp serta intervensi institusional&#13;
oleh Institut Musik Jalanan (IMJ). Melalui pelaksanaan workshop bulanan (, mediasi konflik&#13;
tertutup, dan penyediaan dana kas sosial, IMJ bertindak sebagai pengontrol wilayah belakang&#13;
guna menjaga konsistensi panggung depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan&#13;
panggung belakang yang matang dan terorganisasi menjadi kunci utama bagi keberhasilan&#13;
manajemen impresi musisi jalanan dalam meredefinisi peran mereka sebagai bagian dari&#13;
representasi pariwisata Malioboro.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">301 Sosiologi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>