<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK MENGGUNAKAN METODE&#13;
SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) DAN FAILURE&#13;
MODES AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA)&#13;
(Studi Kasus: PT SGN PG Djombang Baru)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22106060074</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hilman Najib Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko rantai pasok pada PT SGN PG&#13;
Djombang Baru menggunakan metode Supply Chain Operations Reference&#13;
(SCOR), Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan pendekatan 5W1H.&#13;
Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya downtime produksi akibat gangguan&#13;
operasional dan ketidakstabilan pasokan bahan baku yang mempengaruhi&#13;
kelancaran proses produksi gula. Metode SCOR digunakan untuk memetakan&#13;
aktivitas rantai pasok ke dalam proses plan, source, dan make, sedangkan metode&#13;
FMEA digunakan untuk menentukan tingkat prioritas risiko berdasarkan parameter&#13;
severity, occurrence, dan detection sehingga diperoleh nilai Risk Priority Number&#13;
(RPN). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, penyebaran&#13;
kuesioner, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27&#13;
risk event dan 36 risk agent yang mempengaruhi kinerja rantai pasok perusahaan.&#13;
Pada aktivitas plan, risiko tertinggi adalah lonjakan harga bahan baku dengan nilai&#13;
RPN sebesar 360. Pada aktivitas source, risiko tertinggi adalah persaingan dengan&#13;
pabrik gula kompetitor dengan nilai RPN sebesar 540. Sedangkan pada aktivitas&#13;
make, risiko tertinggi adalah keterlambatan pengambilan gula oleh pemilik dengan&#13;
nilai RPN sebesar 405. Strategi mitigasi disusun menggunakan pendekatan 5W1H&#13;
dengan fokus pada kontrak jangka panjang dan diversifikasi pemasok pada aktivitas&#13;
plan, penguatan kemitraan petani dan peningkatan layanan logistik pada aktivitas&#13;
source, serta penerapan storage fee dan percepatan delivery order pada aktivitas&#13;
make. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko rantai&#13;
pasok, menurunkan downtime produksi, meningkatkan efisiensi operasional, dan&#13;
memperkuat ketahanan rantai pasok perusahaan.&#13;
Kata kunci : Rantai Pasok, Supply Chain Operation Reference, Failure Mode Effect&#13;
Analysis, Risk Priority Number, 5W1H, Downtime</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Tehnik Industri</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>