<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERKEMBANGAN KESULTANAN ACEH DARUS SALAM PADA ABAD XVI- XVII M</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">-</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zuhrotul Latifah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kesultanan Aceh Darussalam berdiri di pesisir utara Pulau Sumatra pada tahun 1496 &#13;
dengan  Sultan Ali Mughayat Syah  sebagai sultan  pertama. Ia dinobatkan pada Ahad, 1 &#13;
Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507 M. Kesultanan ini mencapai puncak &#13;
kejayaannya di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Kesultanan ini &#13;
dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat dengan pengaruhnya yang luas di kawasan Asia &#13;
Tenggara. Pada masa pemerintahannya kerajaan Aceh berkembang selama empat abad, sampai &#13;
Belanda mengalahkannya dalam perang Aceh (1873-1912). Kesultanan Aceh Darussalam berkembang pesat karena kombinasi berbagai faktor, &#13;
seperti letak strategis, kepemimpinan yang kuat, sistem pemerintahan yang teratur, kekuatan &#13;
militer yang kuat, dan menjadi pusat pendidikan Islam. Faktor-faktor ini memungkinkan Aceh &#13;
untuk menjadi kerajaan maritim yang kuat dan berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. &#13;
Kesultanan Aceh Darussalam pada masa kejayaannya memiliki kondisi sosial, politik, &#13;
dan ekonomi yang stabil dan maju. Masyarakatnya hidup dengan toleransi dan saling &#13;
menghormati dengan dibuatnya stratifikasi golongan masyarakat, pemerintahannya teratur dan &#13;
stabil, dan ekonominya berkembang pesat. Aceh menjadi pusat perdagangan internasional &#13;
sebab posisinya yang strategis dalam jalur pelayaran laut. Keberhasilan ini menjadikan Aceh &#13;
sebagai salah satu kerajaan maritim yang paling berpengaruh di Asia Tenggara pada masanya. &#13;
Kemunduran Kesultanan Aceh Darussalam merupakan tragedi sejarah yang kompleks. &#13;
Faktor internal seperti perebutan kekuasaan dan lemahnya kepemimpinan, dikombinasikan &#13;
dengan faktor eksternal seperti perang dengan Belanda dan perubahan geopolitik, menjadi &#13;
penyebab runtuhnya kerajaan yang pernah berjaya ini. Walaupun begitu, hingga saat ini, &#13;
Kesultanan Aceh Darussalam masih dikenang sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat &#13;
di Asia Tenggara. Kisah kemunculannya menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang &#13;
bagaimana kekuatan dan kejayaan dapat diraih melalui kepemimpinan yang kuat, persatuan, &#13;
dan kerja keras.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.9 Sejarah Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>