eprintid: 77281 rev_number: 20 eprint_status: archive userid: 12253 dir: disk0/00/07/72/81 datestamp: 2026-06-29 04:17:55 lastmod: 2026-07-07 03:20:43 status_changed: 2026-07-07 03:20:43 type: monograph metadata_visibility: show creators_name: Zuhrotul Latifah, - title: PERKEMBANGAN KESULTANAN ACEH DARUS SALAM PADA ABAD XVI- XVII M ispublished: unpub subjects: 297.6 divisions: penelitian full_text_status: public monograph_type: project_report keywords: Kesultanan Aceh, Sejarah ACeh Darussalam abstract: Kesultanan Aceh Darussalam berdiri di pesisir utara Pulau Sumatra pada tahun 1496 dengan Sultan Ali Mughayat Syah sebagai sultan pertama. Ia dinobatkan pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507 M. Kesultanan ini mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Kesultanan ini dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat dengan pengaruhnya yang luas di kawasan Asia Tenggara. Pada masa pemerintahannya kerajaan Aceh berkembang selama empat abad, sampai Belanda mengalahkannya dalam perang Aceh (1873-1912). Kesultanan Aceh Darussalam berkembang pesat karena kombinasi berbagai faktor, seperti letak strategis, kepemimpinan yang kuat, sistem pemerintahan yang teratur, kekuatan militer yang kuat, dan menjadi pusat pendidikan Islam. Faktor-faktor ini memungkinkan Aceh untuk menjadi kerajaan maritim yang kuat dan berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. Kesultanan Aceh Darussalam pada masa kejayaannya memiliki kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang stabil dan maju. Masyarakatnya hidup dengan toleransi dan saling menghormati dengan dibuatnya stratifikasi golongan masyarakat, pemerintahannya teratur dan stabil, dan ekonominya berkembang pesat. Aceh menjadi pusat perdagangan internasional sebab posisinya yang strategis dalam jalur pelayaran laut. Keberhasilan ini menjadikan Aceh sebagai salah satu kerajaan maritim yang paling berpengaruh di Asia Tenggara pada masanya. Kemunduran Kesultanan Aceh Darussalam merupakan tragedi sejarah yang kompleks. Faktor internal seperti perebutan kekuasaan dan lemahnya kepemimpinan, dikombinasikan dengan faktor eksternal seperti perang dengan Belanda dan perubahan geopolitik, menjadi penyebab runtuhnya kerajaan yang pernah berjaya ini. Walaupun begitu, hingga saat ini, Kesultanan Aceh Darussalam masih dikenang sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat di Asia Tenggara. Kisah kemunculannya menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang bagaimana kekuatan dan kejayaan dapat diraih melalui kepemimpinan yang kuat, persatuan, dan kerja keras. date: 2026 publisher: Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga place_of_pub: Yogyakarta institution: UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA department: Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya citation: Zuhrotul Latifah, - (2026) PERKEMBANGAN KESULTANAN ACEH DARUS SALAM PADA ABAD XVI- XVII M. Project Report. Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (Unpublished) document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77281/2/surat-surat-pernyataan1782706289.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77281/13/PERKEMBANGAN%20KESULTANAN%20ACEH%20DARUS%20SALAM.pdf