<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>STRATEGI PEKERJA SOSIAL DALAM MEMPERSIAPKAN KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS DI PANTI 3 YAYASAN SAYAP IBU CABANG YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102050042</mods:namePart><mods:namePart type="family">Husna Nuha Yusriyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kemandirian merupakan aspek penting dalam pelayanan kesejahteraan sosial bagi&#13;
penyandang disabilitas karena menjadi indikator utama keberfungsian sosial dalam&#13;
kehidupan sehari-hari. Dalam konteks lembaga pelayanan sosial, proses&#13;
pembentukan kemandirian memerlukan pendampingan yang terencana, sistematis,&#13;
dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mendeskripsikan strategi pekerja sosial dalam mempersiapkan kemandirian&#13;
penyandang disabilitas di Panti 3 Yayasan Sayap Ibu Cabang Yogyakarta.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pekerja sosial sebagai informan&#13;
utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan&#13;
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses persiapan kemandirian&#13;
dilakukan melalui tahapan perencanaan yang meliputi pendekatan awal,&#13;
assessment, identifikasi kebutuhan dan kemampuan, serta penyusunan rencana&#13;
intervensi. Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan pengasuh, perawat,&#13;
dan pendamping untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi&#13;
penyandang disabilitas. Strategi yang digunakan meliputi social casework, case&#13;
management, group work, group therapy, community organization, dan&#13;
administration yang diterapkan secara terpadu sesuai kebutuhan individu. Selain&#13;
itu, evaluasi dilakukan secara berkala, rujukan diberikan ke berbagai layanan sesuai&#13;
kebutuhan, sedangkan terminasi dimaknai sebagai berakhirnya target pembinaan&#13;
tertentu dan dilanjutkan dengan target pengembangan berikutnya. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan adanya peningkatan kemandirian penyandang disabilitas yang&#13;
ditandai dengan kemampuan aktivitas sehari-hari, kemampuan sosial dan&#13;
komunikasi, keterampilan vokasional, serta keterlibatan dalam kegiatan produktif.&#13;
Dengan demikian, strategi pekerja sosial berperan penting dalam mendukung&#13;
kemandirian penyandang disabilitas di panti.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">361.3 Pekerjaan Sosial, Filantropi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>