%A NIM.: 24204011041 Arina Rahma %O Dr. Nur Saidah, S. Ag., M. Ag. %T STRATEGI GURU PAI DALAM MEMBENTUK SELF REGULATION SISWA DI ERA DIGITAL (STUDI DI SMA N 1 KALASAN) %X Perkembangan teknologi di era digital memberikan kemudahan akses informasi dan komunikasi, namun di sisi lain menimbulkan berbagai tantangan terhadap kemampuan self regulation siswa, seperti kecanduan game online, penggunaan media sosial secara berlebihan, dan berkurangnya kepekaan sosial. Kondisi tersebut menuntut peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membimbing siswa agar mampu mengendalikan perilaku dan menggunakan teknologi secara bijak sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi self regulation bagi siswa di tengah tantangan era digital, menganalisis kendala yang dihadapi guru PAI beserta upaya mengatasinya, serta menganalisis strategi guru PAI dalam membentuk self regulation siswa di SMA N 1 Kalasan berdasarkan teori Bandura dan Woolfolk. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, dan siswa kelas X. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mampu meregulasi perilaku penggunaan gawai sesuai aturan sekolah, meskipun masih ditemukan berbagai problematika seperti kecanduan digital, menurunnya daya juang akademik, dan berkurangnya kepekaan sosial. Tantangan yang dihadapi guru PAI meliputi kecanduan digital, keterbatasan pengawasan di luar lingkungan sekolah, serta kesenjangan kompetensi digital antara guru dan siswa. Dalam membentuk self regulation siswa, guru PAI menerapkan beberapa strategi, yaitu integrasi nilai-nilai PAI dengan konteks digital, pendekatan berbasis kesadaran dan internalisasi moral, sistem kesepakatan kelas sebagai regulasi partisipatif, pemanfaatan media digital secara terbimbing, dan pembinaan di luar jam pelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan self regulation siswa menjadi lebih efektif ketika nilai-nilai keislaman dihubungkan secara langsung dengan realitas kehidupan digital yang dihadapi siswa sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam, khususnya mengenai peran guru PAI sebagai pembimbing etika digital dan pembentuk karakter siswa di era digital. %K Strategi Guru PAI, Self regulation, Era Digital %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib77296