<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS NORMATIF SOSIOLOGIS TERHADAP PRAKTIK&#13;
PEMBAGIAN HARTA WARIS MASYARAKAT DESA&#13;
KARANGREJO, KECAMATAN KUTOARJO, KABUPATEN&#13;
PURWOREJO</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 2 2103050128</mods:namePart><mods:namePart type="family">Slamet Fauzan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (&#13;
field research ) yang&#13;
bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan normatif sosiologis. Data primer&#13;
diperoleh melalui observasi, dokumenta si, dan wawancara dengan tokoh&#13;
masyarakat , tokoh agama serta warga yang telah membagi harta waris . T eori&#13;
yang digunakan untuk menganalisis permasalahan adalah teori 'urf untuk&#13;
melihat kedudukan adat dalam hukum Islam dan teori konstruksi sosial dari&#13;
Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckman untuk menganalisis faktor faktor&#13;
yang m enjadi latar belakang praktik . Anali sis data kualitatif dilakukan dengan&#13;
kerangka berpikir induktif deduktif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Karangrejo&#13;
melakukan pe mbagian harta waris menggunakan cara musyawarah kesepakatan&#13;
diantara ahli waris dengan memberikan hak mengelola, memanfaatkan dan&#13;
menggunakan harta waris sepenuhnya kepada pasangan pewaris (suami/istri)&#13;
yang masih hidup, setelah pasa ngan pewaris (suami/ist ri) meninggal dunia baru&#13;
kemudian harta waris diberikan kepada ahli waris Masyarakat memberikan&#13;
bagian sama rata antara bagian laki laki dan bagian perempuan. Kemudian&#13;
m emberikan harta waris kepada anak dari pewaris sa ja, baik anak tersebut anak&#13;
kandung a taupun anak angkat. Faktor penyebabnya karena ada kebiasaan adat&#13;
yang sudah menjadi turun menurun ketika salah satu dar i suami atau istri masih&#13;
hidup tidak etis untuk pemberian harta waris dan untuk menjamin kehidupan&#13;
pasangan yang ditinggalkan . D ari segi aspek diperhitungkan atau tidaknya&#13;
sebagai landasan hukum berdasarkan teori ‘urf termasuk dalam ‘urf fāsid .&#13;
Meskipun praktik tersebut dilakukan atas da sar kerelaan dan bertujuan baik .&#13;
Hal ini disebabkan adanya cacat hukum pada unsur kerelaan, yang mana&#13;
kerelaan masyarakat lahir dari ketidaktahuan akan aturan hukum Islam.&#13;
Kata Kunci&#13;
: Waris, Masyarakat Desa Karangrejo, 'Urf, Analisis Normatif&#13;
Sosiologis</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.577 Hukum Keluarga Islam, Bimbingan Pernikahan, Poligami, Perceraian, Iddah, Pengasuhan Anak)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>