<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENDEKATAN SISTEMIK DALAM PENAFSIRAN TENTANG&#13;
BAYI TABUNG PADA Q.S. AL-MU’MINUN [23]: 12-14</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.:  24205031049</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nurul Endah Safitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan antara kajian fikih tradisional&#13;
dan kajian tafsir dalam merespon dilema etis dari bayi tabung. Keduanya hanya&#13;
sebatas menetapkan status halal-haram lalu memvalidasi temuan sains tanpa&#13;
memberikan solusi tuntas atas dilema etis bioteknologi modern seperti status moral&#13;
embrio sisa (surplus embryos) dan prosedur Diagnosis Genetik Pra-implantasi&#13;
(PGT). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan diskursus pengetahuan mengenai&#13;
teknologi bayi tabung dalam literatur tafsir, fikih, dan medis, menganalisis dialog&#13;
interdisipliner antara teks Al-Qur'an dengan realitas medis bayi tabung, serta&#13;
membangun sistem bioetika qur’ani yang lebih holistik. Adapun rumusan masalah&#13;
dalam penelitian ini meliputi identifikasi diskursus pengetahuan dan ayat-ayat Al-&#13;
Qur'an yang berkaitan dengan bayi tabung, dialog antara ayat-ayat bayi tabung&#13;
dengan ilmu pengetahuan medis melalui sistem hierarki maqāṣid, serta bagaimana&#13;
perspektif multidimensi dan relevansi etis bayi tabung dapat dirumuskan dalam era&#13;
kekinian&#13;
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian&#13;
kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini meliputi&#13;
ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya Q.S. Al-Mu’minūn [23]: 12-1 serta jurnal kesehatan&#13;
dan medis yang membahas tentang bayi tabung. Sementara itu, sumber data sekunder&#13;
mencakup kitab-kitab tafsir klasik maupun kontemporer, jurnal ilmiah, serta fatwafatwa&#13;
dari lembaga otoritatif seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga&#13;
fikih internasional mengenai teknologi reproduksi berbantu. Data dianalisis&#13;
menggunakan pisau bedah pendekatan sistemik dengan mengoperasionalkan fitur&#13;
fitur cognitive nature, wholeness, openness, interrelated hierarchy, multidimensionality,&#13;
dan purposefulness terhadap penafsiran Q.S. Al-Mu’minūn [23]: 12-&#13;
14 untuk menghasilkan sintesis penafsiran yang fungsional dan berorientasi pada&#13;
tujuan (maqashid).&#13;
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan sistemik mampu&#13;
mentransformasikan pemahaman tekstual menjadi pemahaman yang berbasis pada&#13;
realitas sains yang utuh. Melalui fitur openness dan wholeness, teknologi bayi tabung&#13;
dan prosedur PGT divalidasi sebagai bentuk ikhtiar manusia yang sejalan dengan&#13;
prinsip h}ifz} al-nasl (menjaga keturunan) dan kara&gt;mah al-insa&gt;n (kemuliaan manusia)&#13;
selama bertujuan terapeutik, bukan untuk kepentingan eugenika. Penelitian ini&#13;
merumuskan prinsip bioetika qur’ani yang menekankan moderasi; di mana intervensi&#13;
medis terhadap nut}fah diperbolehkan untuk pemulihan fungsi biologis dan&#13;
pencegahan penyakit, namun dilarang jika melampaui kodrat penciptaan atau sekadar&#13;
memenuhi ambisius yang bersifat materialistik.&#13;
Kata Kunci: Bayi Tabung, Q.S. Al-Mu’minūn [23]: 12-14, Jasser Auda, Pendekatan&#13;
Sistemik, Bioetika Qur’ani.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Alqur’an dan Tafsir </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>