<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2026-06-30T08:03:39Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:digilib.uin-suka.ac.id:77336</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77336/</dc:relation>
        <dc:title>The Implementation of Ethical Politics in the Dutch East Indies Colonial Welfare, Development, and the Rise of Indonesian Nationalism</dc:title>
        <dc:creator>Riswinarno, -</dc:creator>
        <dc:subject>Sejarah Indonesia</dc:subject>
        <dc:description>Artikel ini mengkaji pelaksanaan Politik Etis Belanda di Hindia Belanda dari tahun &#13;
1901 hingga akhir masa kolonial. Artikel ini berargumen bahwa Politik Etis merupakan &#13;
perpaduan antara proyek kolonial yang bersifat reformis dan mekanisme untuk &#13;
mempertahankan dominasi Belanda. Dengan merujuk pada literatur sejarah, studi &#13;
kolonial, dan historiografi Indonesia, artikel ini menganalisis asal-usul, pelaksanaan, &#13;
pencapaian, keterbatasan, serta konsekuensi tak terduga dari kebijakan tersebut. &#13;
Perhatian khusus diberikan pada tiga pilar utamanya—yaitu pendidikan, irigasi, dan &#13;
emigrasi—serta munculnya kalangan elite pribumi yang berpendidikan Barat. Meskipun &#13;
kebijakan ini ditampilkan sebagai kewajiban moral Belanda terhadap rakyat jajahannya, &#13;
pelaksanaannya tetap dibatasi oleh kepentingan ekonomi, hierarki rasial, dan kendali &#13;
politik. Kendati demikian, perluasan akses pendidikan dan peluang administratif &#13;
menumbuhkan bentuk-bentuk kesadaran politik baru di kalangan masyarakat Indonesia. &#13;
Artikel ini menyimpulkan bahwa Politik Etis pada saat yang sama merupakan instrumen &#13;
konsolidasi kolonial sekaligus katalis bagi nasionalisme Indonesia. Warisannya yang &#13;
paradoks menunjukkan bagaimana reformasi kolonial kerap memicu transformasi sosial &#13;
dan politik yang justru melemahkan kekuasaan kolonial itu sendiri.</dc:description>
        <dc:publisher>Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya</dc:publisher>
        <dc:date>2026</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>PeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>en</dc:language>
        <dc:identifier>https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77336/1/Musholla%20Aisyiyah_Transformation%20of%20ISlamic%20Women%27s%20Public.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Riswinarno, -  (2026) The Implementation of Ethical Politics in the Dutch East Indies Colonial Welfare, Development, and the Rise of Indonesian Nationalism.  Project Report. Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya, Yogyakarta.    (Unpublished)  </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>