    {
      "department": "Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya",
      "subjects": [
        "si"
      ],
      "eprintid": 77336,
      "date": 2026,
      "userid": 12253,
      "documents": [
          {
            "language": "en",
            "placement": 1,
            "eprintid": 77336,
            "files": [
                {
                  "hash_type": "MD5",
                  "mtime": "2026-06-30 02:55:16",
                  "datasetid": "document",
                  "fileid": 1845111,
                  "objectid": 1065103,
                  "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/file\/1845111",
                  "mime_type": "application\/pdf",
                  "hash": "ec2559fafdf9d9b7b1e9d024781ff45e",
                  "filesize": 1050093,
                  "filename": "Musholla Aisyiyah_Transformation of ISlamic Women's Public.pdf"
                }
            ],
            "rev_number": 4,
            "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/document\/1065103",
            "main": "Musholla Aisyiyah_Transformation of ISlamic Women's Public.pdf",
            "mime_type": "application\/pdf",
            "docid": 1065103,
            "format": "text",
            "security": "public",
            "pos": 1,
            "formatdesc": "The Implementation of Ethical Politics in the Dutch East Indies: Colonial Welfare, Development, and the Rise of Indonesian Nationalism"
          }
      ],
      "rev_number": 9,
      "creators": [
        {
          "name": {
            "lineage": null,
            "given": "-",
            "honourific": null,
            "family": "Riswinarno"
          }
        }
      ],
      "dir": "disk0\/00\/07\/73\/36",
      "keywords": "Ethical Policy; Dutch East Indies; Colonialism; Education; Nationalism; \r\nIndonesia",
      "monograph_type": "project_report",
      "lastmod": "2026-06-30 08:03:39",
      "ispublished": "unpub",
      "publisher": "Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fak. Adab dan Ilmu Budaya",
      "metadata_visibility": "show",
      "eprint_status": "archive",
      "status_changed": "2026-06-30 08:03:39",
      "datestamp": "2026-06-30 08:03:39",
      "uri": "http:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/77336",
      "full_text_status": "public",
      "refereed": "TRUE",
      "divisions": [
        "penelitian"
      ],
      "abstract": "Artikel ini mengkaji pelaksanaan Politik Etis Belanda di Hindia Belanda dari tahun \r\n1901 hingga akhir masa kolonial. Artikel ini berargumen bahwa Politik Etis merupakan \r\nperpaduan antara proyek kolonial yang bersifat reformis dan mekanisme untuk \r\nmempertahankan dominasi Belanda. Dengan merujuk pada literatur sejarah, studi \r\nkolonial, dan historiografi Indonesia, artikel ini menganalisis asal-usul, pelaksanaan, \r\npencapaian, keterbatasan, serta konsekuensi tak terduga dari kebijakan tersebut. \r\nPerhatian khusus diberikan pada tiga pilar utamanya—yaitu pendidikan, irigasi, dan \r\nemigrasi—serta munculnya kalangan elite pribumi yang berpendidikan Barat. Meskipun \r\nkebijakan ini ditampilkan sebagai kewajiban moral Belanda terhadap rakyat jajahannya, \r\npelaksanaannya tetap dibatasi oleh kepentingan ekonomi, hierarki rasial, dan kendali \r\npolitik. Kendati demikian, perluasan akses pendidikan dan peluang administratif \r\nmenumbuhkan bentuk-bentuk kesadaran politik baru di kalangan masyarakat Indonesia. \r\nArtikel ini menyimpulkan bahwa Politik Etis pada saat yang sama merupakan instrumen \r\nkonsolidasi kolonial sekaligus katalis bagi nasionalisme Indonesia. Warisannya yang \r\nparadoks menunjukkan bagaimana reformasi kolonial kerap memicu transformasi sosial \r\ndan politik yang justru melemahkan kekuasaan kolonial itu sendiri.",
      "type": "monograph",
      "title": "The Implementation of Ethical Politics in the Dutch East Indies Colonial Welfare, Development, and the Rise of Indonesian Nationalism",
      "institution": "UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA",
      "place_of_pub": "Yogyakarta"
    }