<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI NILAI-NILAI ISLAM MODERAT&#13;
DIGITAL NATIVE PADA AKUN TIKTOK&#13;
@MAJELISROBLOXINDONESIA&#13;
PERIODE BULAN SEPTEMBER - NOVEMBER 2025</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102010104</mods:namePart><mods:namePart type="family">Gheriya Zahra Adha</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fenomena dakwah digital terus berkembang seiring dengan munculnya komunitas&#13;
muslim digital native yang memanfaatkan ruang-ruang baru di luar platform&#13;
konvensional, salah satunya adalah Majelis Roblox Indonesia (MARIO) yang&#13;
menggunakan game virtual Roblox sebagai medium kegiatan keagamaan dan&#13;
mendokumentasikannya dalam konten TikTok, namun sejauh mana konten tersebut&#13;
merepresentasikan nilai-nilai Islam moderat masih belum dikaji secara mendalam.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai Islam moderat&#13;
digital native pada akun TikTok @majelisrobloxindonesia periode September&#13;
hingga November 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan&#13;
metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan makna yakni&#13;
denotasi, konotasi, dan mitos, terhadap 10 video terpilih yang ditentukan melalui&#13;
teknik purposive sampling berdasarkan relevansi visual, tekstual, dan representasi&#13;
nilai Islam moderat, serta dibaca dalam kerangka teori representasi Stuart Hall.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, konten menampilkan&#13;
kegiatan dakwah virtual seperti Halaqah Akhlak, Halaqah Tarikh, Kajian Tematik,&#13;
dan NGACAK (Ngaji di Puncak) di dalam ruang game Roblox; pada tingkat&#13;
konotasi, konten merepresentasikan delapan nilai Islam moderat (tawasuth,&#13;
tasamuh, tawazun, musawah, syura, ishlah, aulawiyah, dan tathawwur wa ibtikar)&#13;
dengan nilai tathawwur wa ibtikar dan tasamuh paling konsisten muncul; dan pada&#13;
tingkat mitos, konten menaturalisasi gagasan bahwa ruang virtual adalah ruang&#13;
ibadah yang sah serta identitas muslim bersifat hybrid. Disimpulkan bahwa&#13;
pendekatan konstruksional Stuart Hall paling dominan bekerja dalam konten ini, di&#13;
mana makna Islam moderat digital native diproduksi secara aktif melalui sistem&#13;
representasi visual Roblox dan tekstual TikTok yang saling menopang.&#13;
Kata Kunci: dakwah digital; digital native; Islam moderat; representasi; Roblox;&#13;
semiotika Roland Barthes; Stuart Hall; TikTok</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.6 Dakwah dan Penyiaran Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>