%0 Thesis %9 Skripsi %A M. Zaki Muafa, NIM.: 22102030082 %B FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI %D 2026 %F digilib:77346 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Advokasi Kultural, Audiopolitics,Encoding Decoding, Analisis Wacana Kritis, Alas Wirasaba, Keadilan Agraria, Desa Wirasaba, Lagu “Alas Wirasaba”, %P 141 %T STRATEGI ADVOKASI KULTURAL BAND SUKATANI DALAM MERESPONS KEADILAN AGRARIA MELALUI LAGU “ALAS WIRASABA” %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77346/ %X Konflik agraria di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang ditandai oleh ketimpangan penguasaan tanah, alih fungsi lahan, serta hilangnya ruang hidup masyarakat akibat pembangunan dan investasi berskala besar. Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai bentuk advokasi, termasuk melalui media budaya. Salah satu bentuk advokasi kultural tersebut dilakukan oleh Band Sukatani melalui lagu Alas Wirasaba yang mengangkat pengalaman masyarakat Desa Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, terkait perubahan ruang hidup akibat pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi advokasi kultural yang dilakukan Band Sukatani melalui lagu Alas Wirasaba dalam merespons persoalan keadilan agraria serta memahami respons masyarakat terhadap pesan advokasi yang disampaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan analisis lirik lagu. Analisis data dilakukan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang meliputi dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial-budaya. Teori Advokasi Kultural Jim Ife & Frank Tesoriero dan Teori Encoding Decoding Stuart Hall digunakan sebagai pisau analisis utama, sedangkan Teori Audiopolitics digunakan untuk memperkuat pemahaman mengenai musik sebagai media advokasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Band Sukatani menerapkan strategi advokasi kultural melalui penggunaan bahasa Banyumasan, narasi kehilangan ruang hidup, identitas punk agraris, simbol-simbol budaya lokal, serta praktik performatif yang merepresentasikan pengalaman masyarakat terdampak perubahan agraria. Pada tingkat praktik diskursif, lagu Alas Wirasaba menjadi media produksi dan penyebaran wacana keadilan agraria, sementara pada tingkat praktik sosial-budaya lagu tersebut merefleksikan realitas perubahan ruang hidup masyarakat Wirasaba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi advokasi kultural yang dilakukan sukatani melalui musik lagu “Alas Wirasaba” dapat berfungsi sebagai media advokasi kultural yang efektif dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat identitas komunitas, dan menyuarakan tuntutan keadilan agraria melalui pendekatan budaya yang dekat dengan masyarakat. Kata Kunci : Advokasi Kultural, Audiopolitics,Encoding Decoding, Analisis Wacana Kritis, Alas Wirasaba, Keadilan Agraria, Desa Wirasaba, Lagu “Alas Wirasaba”, Band Sukatani. %Z Dr. Muhamad Rudi Wijaya, M.Pd.I