<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGEMBANGAN KIT SIMULASI INSTALASI&#13;
PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK SEBAGAI ALTERNATIF&#13;
PRAKTIKUM KIMIA DI SMA/MA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22104060014</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siti Kharisma</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research&#13;
(DBR) yang mengacu pada model McKenney dan Reeves yang meliputi&#13;
empat tahap, yaitu analisis masalah, perencanaan solusi, siklus berulang,&#13;
dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, wawancara&#13;
mendalam dengan guru kimia SMA/MA, dokumentasi, serta eksperimen&#13;
laboratorium sederhana. Tahap analisis dilakukan untuk&#13;
mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran dan kendala pelaksanaan&#13;
praktikum kimia di sekolah. Tahap perencanaan difokuskan pada&#13;
perancangan kit simulasi IPAL batik dengan memanfaatkan bahan-bahan&#13;
yang mudah diperoleh, yaitu kapur, kaporit, tawas, dan zeolit, serta&#13;
vii&#13;
penggunaan tea bag sebagai media filtrasi sederhana. Tahap siklus&#13;
berulang dilakukan melalui serangkaian percobaan untuk menentukan&#13;
dosis optimum masing-masing bahan berdasarkan parameter pH dan&#13;
perubahan intensitas warna menggunakan analisis RGB. Tahap refleksi&#13;
dilakukan melalui evaluasi bersama guru kimia untuk menilai kesesuaian&#13;
kit dengan capaian pembelajaran Kimia Fase E Kurikulum Merdeka,&#13;
khususnya pada materi kimia hijau.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum yang&#13;
diperoleh untuk pengolahan 500 mL sampel air pewarna batik adalah 0,3&#13;
gram kapur, 1 gram kaporit, 1 gram tawas, dan 1 gram zeolit. Komposisi&#13;
tersebut mampu menghasilkan kualitas air hasil pengolahan dengan nilai&#13;
pH sebesar 7,5, Biological Oxygen Demand (BOD) sebesar 4,3 mg/L,&#13;
dan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 13,4 mg/L. Hasil tersebut&#13;
memenuhi baku mutu limbah cair sehingga menunjukkan bahwa&#13;
simulasi pengolahan limbah yang dikembangkan bekerja secara efektif.&#13;
Selain itu, penggunaan tea bag sebagai media filtrasi terbukti mampu&#13;
menyederhanakan proses praktikum sehingga lebih mudah diterapkan&#13;
dalam pembelajaran sekolah. Hasil refleksi bersama guru menunjukkan&#13;
bahwa kit yang dikembangkan memiliki relevansi yang tinggi dengan&#13;
materi kimia hijau, mendukung pembelajaran berbasis proyek (Project-&#13;
Based Learning), serta berpotensi meningkatkan pemahaman peserta&#13;
didik mengenai penerapan konsep kimia dalam pengelolaan lingkungan.&#13;
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kit simulasi&#13;
instalasi pengolahan air limbah batik yang dikembangkan layak&#13;
digunakan sebagai alternatif praktikum kimia di SMA/MA. Kit ini tidak&#13;
hanya menyediakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan&#13;
ekonomis, tetapi juga mendukung implementasi prinsip kimia hijau,&#13;
pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan kesadaran lingkungan&#13;
peserta didik sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.&#13;
Kata Kunci: kit praktikum, instalasi pengolahan air limbah, limbah&#13;
batik, kimia hijau, Design Based Research, pembelajaran kontekstual.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">540.7 Pendidikan Kimia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>