<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>RANCANG BANGUN SISTEM OTOMATISASI PEMBUATAN README.MD&#13;
PADA REPOSITORY GITHUB MENGGUNAKAN TEKNOLOGI&#13;
LARGE LANGUAGE MODEL</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22106050061</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muhammad Zhafran Hana Alfarossi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>README.md merupakan komponen dokumentasi penting dalam repositori&#13;
GitHub yang berperan dalam meningkatkan keterbacaan dan popularitas proyek&#13;
perangkat lunak. Namun, hasil survei terhadap 50 responden menunjukkan bahwa&#13;
hanya 12% responden yang selalu membuat README.md, dengan hambatan&#13;
utama berupa keterbatasan waktu, fokus pada pengembangan fitur, dan kurangnya&#13;
pemahaman mengenai format dokumentasi yang baik. Penelitian ini bertujuan&#13;
merancang dan membangun sistem berbasis web untuk mengotomatisasi&#13;
pembuatan README.md pada repositori GitHub publik menggunakan teknologi&#13;
Large Language Model (LLM), serta mengevaluasi tingkat penerimaan pengguna&#13;
menggunakan kerangka AI Acceptance Model (AIM). Sistem dikembangkan&#13;
menggunakan metode Prototyping secara iteratif dalam dua siklus. Pendekatan&#13;
Structural Contextualization diterapkan melalui pemetaan struktur direktori dan&#13;
ekstraksi metadata konfigurasi penting menggunakan GitHub REST API untuk&#13;
memitigasi risiko halusinasi AI. Proses generasi dokumentasi dilakukan&#13;
menggunakan Google Gemini 2.5 Flash dengan teknik prompt engineering.&#13;
Evaluasi dilakukan melalui dua tahap User Acceptance Testing (UAT) dengan total&#13;
77 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil dibangun dan&#13;
mampu menghasilkan README.md secara otomatis dengan lebih efisien. UAT&#13;
iterasi kedua menunjukkan peningkatan pada seluruh dimensi AIM dengan nilai&#13;
Cronbach’s Alpha sebesar 0,8205. Penelitian ini menawarkan arsitektur singleagent&#13;
berbasis Context-Augmented Generation (CAG) yang lebih ringan tanpa&#13;
memerlukan basis data vektor maupun infrastruktur agen kompleks.&#13;
Kata kunci: README.md, GitHub, Large Language Model, otomatisasi&#13;
dokumentasi, AI Acceptance Model, Context-Augmented Generation.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Tehnik Informatika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>