<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI POISSON DAN&#13;
POISSON-INVERSE GAUSSIAN (PIG) PADA STUDI KASUS :&#13;
BIKE SHARING 2011-2012</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22106010008</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ellif Zahara Yasmin Asadillah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Jumlah penyewaan sepeda merupakan count data yang dapat dimodelkan&#13;
menggunakan regresi Poisson. Namun, regresi Poisson mensyaratkan asumsi&#13;
equidispersi, yaitu nilai rata-rata sama dengan variansi. Pada praktiknya, count&#13;
data sering mengalami overdispersi sehingga asumsi tersebut tidak terpenuhi dan&#13;
dapat menyebabkan estimasi parameter menjadi kurang efisien. Salah satu metode&#13;
yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah regresi&#13;
Poisson–Inverse Gaussian yang merupakan pengembangan dari regresi Poisson&#13;
dengan memasukkan parameter dispersi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model regresi Poisson dan&#13;
regresi Poisson–Inverse Gaussian (PIG) dalam memodelkan jumlah penyewaan&#13;
sepeda pada data Bike Sharing tahun 2011–2012 serta menentukan model terbaik&#13;
berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC). Data yang digunakan&#13;
merupakan Bike Sharing Dataset yang diperoleh dari UCI Machine Learning&#13;
Repository. Estimasi parameter dilakukan menggunakan metode Maximum&#13;
Likelihood Estimation (MLE) dan pengolahan data dilakukan dengan perangkat&#13;
lunak R versi 4.5.2.&#13;
Dari hasil analisis diperoleh model regresi Poissonnya adalah ln(μi) =&#13;
8, 192982+1, 677465X1 −0, 672520X3 −1, 034128X4 dan model regresi Poisson&#13;
Inverse Gaussiannya diperoleh μi = exp(8, 3398 + 2, 2177X1 − 1, 0864X3 −&#13;
1, 8261X4). Berdasarkan perbandingan nilai AIC, model regresi Poisson–Inverse&#13;
Gaussian menghasilkan nilai AIC yang lebih kecil dibandingkan model regresi&#13;
Poisson. Oleh karena itu, regresi Poisson–Inverse Gaussian dipilih sebagai model&#13;
terbaik untuk memodelkan jumlah penyewaan sepeda pada data Bike Sharing tahun&#13;
2011–2012.&#13;
Kata kunci: Bike Sharing, count data, overdispersi, regresi Poisson,&#13;
regresi Poisson–Inverse Gaussian</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Matematika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>