<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP STRUKTUR&#13;
KRISTAL BIOKERAMIK BERBASIS HYDROXYAPATITE DARI&#13;
TULANG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21106020009</mods:namePart><mods:namePart type="family">Miftahul Khoir</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tulang ikan cakalang merupakan limbah perikanan yang berpotensi sebagai&#13;
sumber hydroxyapatite (HAp) alami untuk aplikasi biomedis. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu kalsinasi terhadap struktur kristal&#13;
biokeramik berbasis hydroxyapatite dari tulang ikan cakalang, yang meliputi&#13;
parameter kisi, ukuran kristalit, dan derajat kristalinitas, serta pengaruhnya&#13;
terhadap gugus fungsi. Sampel tulang dikalsinasi pada variasi suhu 650ºC, 850ºC,&#13;
dan 1050ºC, kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD)&#13;
dengan analisis Rietveld melalui perangkat lunak Profex, serta Fourier Transform&#13;
Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsi. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pada sampel non kalsinasi, hydroxyapatite telah terbentuk&#13;
dengan parameter kisi a = b = 9,43 Å; c = 6,86 Å, dan ukuran kristalit 45,28 nm,&#13;
namun derajat kristalinitas total sampel masih sangat rendah (9,43%) karena&#13;
dominasi matriks organik dan fasa karbonat apatit. Pada suhu 650 , terjadi&#13;
relaksasi kisi yang ditandai dengan penurunan parameter kisi HAp a = b = 9,41 Å;&#13;
c = 6,86 Å, dengan ukuran kristalit 44,34 nm, dan derajat kristalinitas meningkat&#13;
menjadi 51,05%. Pada suhu 850 , parameter kisi HAp menjadi a = b = 9,43 Å; c&#13;
= 6,88 Å, ukuran kristalit meningkat menjadi 60,12 nm dan derajat kristalinitas&#13;
mencapai nilai tertinggi yaitu 58,94%. Pada suhu 1050 , parameter kisi HAp&#13;
menjadi a = b = 9,42 Å; c = 6,89, yang mendekati nilai HAp standar (a = b = 9,42&#13;
Å; c = 6,88), ukuran kristalit meningkat drastis menjadi 107,8 nm, namun derajat&#13;
kristalinitas sedikit menurun menjadi 55,73% akibat dekomposisi termal HAp&#13;
menjadi β-TCP. Hasil ini mengonfirmasi bahwa suhu kalsinasi optimal untuk&#13;
memperoleh hydroxyapatite dengan kemurnian tinggi, ukuran kristalit yang baik,&#13;
dan distorsi kisi minimal adalah sekitar 850 . Penelitian ini memberikan acuan&#13;
suhu kalsinasi yang tepat dalam pengolahan limbah tulang ikan cakalang sebagai&#13;
bahan baku biomaterial berbasis hydroxyapatite.&#13;
Kata kunci: tulang ikan cakalang, suhu kalsinasi, hydroxyapatite, struktur kristal,&#13;
kemurnian.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Fisika</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-06-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>