<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>MODEL SISTEMIK ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP&#13;
BEHAVIOR DALAM ERA TEKNOLOGI BERBASIS&#13;
MAQASID SYARIAH PADA INDUSTRI HALAL&#13;
INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22303012014</mods:namePart><mods:namePart type="family">Destiana Kumala</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena paradoks industri&#13;
halal Indonesia yang mengalami pertumbuhan kuantitatif signifikan&#13;
sebagai salah satu negara terdepan dalam pengembangan industri halal&#13;
global, dengan populasi Muslim terbesar di dunia (±230 juta jiwa) dan&#13;
nilai pengeluaran mencapai USD 184 miliar pada tahun 2020.&#13;
Berdasarkan Master Plan Industri Halal Indonesia 2023–2029, sektor&#13;
ini diproyeksikan terus berkembang dengan dukungan kebijakan yang&#13;
kuat serta peningkatan daya saing. Indonesia juga berhasil meningkat&#13;
ke peringkat ketiga dalam ekonomi halal global pada tahun 2023.&#13;
Namun demikian, di balik pertumbuhan tersebut terdapat kesenjangan&#13;
antara aspek legal-formal (sertifikasi halal) dan aspek substantif-nilai&#13;
(perilaku organisasi), di mana praktik halal sering dipahami sebatas&#13;
kepatuhan administratif, belum menjadi transformasi nilai secara&#13;
menyeluruh. Kondisi ini berpotensi melahirkan industri halal yang&#13;
bersifat paradoks, yaitu halal secara hukum tetapi lemah secara nilai.&#13;
Di sisi lain, teori Organizational Citizenship Behavior (OCB)&#13;
konvensional belum sepenuhnya mampu menjelaskan dimensi&#13;
spiritual dalam perilaku organisasi Islami, sementara perkembangan&#13;
teknologi dalam industri halal belum terintegrasi secara sistemik&#13;
dengan kerangka nilai maqāṣid syariah. Oleh karena itu, penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi&#13;
model sistemik OCB berbasis maqāṣid syariah dalam era teknologi,&#13;
melalui pengembangan model integratif yang menghubungkan&#13;
kepemimpinan Islami, motivasi spiritual, kualitas sumber daya&#13;
manusia, teknologi syariah, dan kepuasan pegawai.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan&#13;
integrasi tiga metode analisis. Pendekatan kuantitatif menggunakan&#13;
Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS)&#13;
dengan sampel 300 responden dari tiga kawasan industri halal di&#13;
Indonesia. Pendekatan kualitatif menggunakan analisis NVivo melalui&#13;
wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi&#13;
partisipatif untuk menggali makna dan konstruksi nilai. Selanjutnya,</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Syariah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-05-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>