@mastersthesis{digilib77414, month = {June}, title = {NARASI KONTRA KISAH KENABIAN N{\=U}H DALAM AL-QUR?AN DAN BIBLE}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 24205031022 Nopriani Hasibuan}, year = {2026}, note = {Dr. Dian Nur Anna, S.Ag, M.A.}, keywords = {Al-Qur?an dan Bible; Kisah Nabi N{\=u}h; Naratologi}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77414/}, abstract = {Skeptisisme para orientalis terhadap autentisitas al-Qur?an berakar pada kemiripan tema antara kisah-kisah nabi dalam al-Qur?an dan teks Biblikal. Kemiripan ini oleh Abraham Geiger, John Wansbrough, dan Andrew Rippin dipahami sebagai bukti peminjaman langsung, sehingga al-Qur'an kerap diposisikan sebagai teks yang bergantung pada tradisi sebelumnya. Klaim ini diperkuat oleh kecenderungan sebagian mufassir klasik yang memasukkan unsur-unsur isr{\=a}?{\=i}liyy{\=a}t ke dalam penafsiran mereka guna melengkapi detail kisah yang tidak diuraikan secara eksplisit dalam al-Qur'an. Namun, kajian yang telah ada sebelumnya banyak berhenti pada persamaan tematik antara kedua teks, tanpa menelaah secara mendalam perbedaan kontra yang justru menjadi penanda paling kuat atas orisinalitas al-Qur?an. Penelitian ini hadir untuk menelaah secara mendalam narasi kontra kisah kenabian N{\=u}h dalam al-Qur?an dan Bible guna mengungkap perbedaan orientasi naratif dan teologis antara kedua teks, dengan menerapkan teori naratologi Jonathan Culler sebagai kerangka analisis utama, serta merujuk pada Gabriel Said Reynolds, The Qur'an and the Bible: Text and Commentary, sebagai pijakan akademis yang mapan. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analisis. Sumber data primer berupa ayat-ayat al-Qur?an yang memuat kisah kenabian N{\=u}h dan Genesis pasal 6-9. Hasil penelitian menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, dari sisi naratif, kedua teks memiliki persamaan naratif pada aspek figur tokoh, peristiwa banjir, dan bahtera. Namun, keduanya berbeda secara mendasar dalam kriteria keselamatan, nasib putra N{\=u}h, dan motif ilahi yang melatarbelakangi banjir. Perbedaan paling signifikan terletak pada empat aspek naratif al-Qur?an yang secara eksplisit tidak muncul dalam Bible, yaitu kenabian (nubuwwah), kepemimpinan profetik (qiy{\=a}dah nabawiyyah), egalitarianisme sosial, dan ketahanan psikologis ({\d s}abr), sementara Noah dalam Bible digambarkan sebagai figur yang pasif. Kedua, analisis naratologi menunjukkan bahwa al-Qur?an dan Bible dipetakan ke dalam tujuh segmen, sepuluh scene, dengan al-Qur'an mengembangkan delapan belas plot dan Bible lima belas plot, yang mencerminkan perbedaan orientasi kedua teks. Ketiga, secara teologis al-Qur'an menempatkan keimanan sebagai dasar keselamatan yang bersifat universal dan tidak ditentukan oleh ikatan genealogis, yang diperkuat oleh aspek egalitarianisme sosial, sementara Bible menjadikan perjanjian antara Tuhan dan manusia sebagai basis keselamatan yang bersifat khusus. Secara filosofis, al-Qur?an menghadirkan banjir sebagai tanda ({\=a}yah) kekuasaan Allah yang memuat pesan moral tentang konsekuensi keingkaran serta menampilkan model kepemimpinan profetik, sementara Bible menjadikan pelangi sebagai simbol perjanjian kosmologis. Kata Kunci : Al-Qur?an dan Bible; Kisah Nabi N{\=u}h; Naratologi} }