@phdthesis{digilib77418, month = {May}, title = {PERBANDINGAN METODE K-MEANS KLASTERING DAN MULTIDIMENSIONAL SCALING (MDS) DALAM MENGELOMPOKKAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN TENAGA KESEHATAN TAHUN 2024}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 21106010012 Dini Anan Sori Ritonga}, year = {2026}, note = {Dr. Epha Diana Supandi, S.Si., M.Sc.}, keywords = {analisis klaster; K-Means; Multidimensional Scaling (MDS); tenaga kesehatan.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77418/}, abstract = {Analisis klaster merupakan metode yang digunakan untuk mengelompokkan objek kedalam kelompok yang relatif sama. Salah satu metode analisis klaster adalah metode K-Means. Penelitian ini akan membandingkan metode K-Means dan Multidimensional Scaling (MDS) dalam mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan 12 indikator Tenaga Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode K-Means menghasilkan tiga klaster, yaitu kelompok dengan tingkat tenaga kesehatan tinggi yang beranggotakan 1 Kabupaten/Kota, tingkat sedang beranggotakan 4 Kabupaten/Kota, dan tingkat rendah beranggotakan 30 Kabupaten/Kota. Berdasarkan nilai rasio simpangan baku 0,1577\%, metode K-Means tergolong sangat baik dalam melakukan pengelompokan. Sementara itu, metode MDS menghasilkan nilai stress sebesar 0,146984 yang termasuk kategori cukup baik. Berdasarkan hasil uji evaluasi masing-masing metode, diperoleh metode K-Means merupakan metode yang lebih tepat digunakan dalam pengelompokan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan indikator tenaga kesehatan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rasio simpangan baku, dimana semakin kecil nilai rasio simpangan baku maka semakin baik kualitas pengelompokan yang dihasilkan. Namun demikian, metode MDS berperan sebagai metode pendukung yang dapat memvisualisasikan hasil pengelompokan sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kedekatan antar wilayah.} }