<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERJUANGAN PASUKAN INONG BALEE PADA KESULTANAN ACEH (1599-1615 M)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 18101020016</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zulkarnaini</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Inong Balee adalah istilah dalam bahasa Aceh yang mengacu pada para janda perang di Aceh. Secara harfiah, “inong” berarti perempuan dan “balee” berarti janda. Istilah ini menggambarkan perjuangan para perempuan Aceh yang turut berperang dalam menghadapi pasukan Portugis dan Belanda di masa lalu. Menarik untuk dikaji karena pasukan Inong Balee adalah pasukan pertama yang semua anggotanya adalah perempuan, pada masa itu perempuan masih dipandang kedudukannya di bawah laki-laki, sehingga pembuktian kualitas dari Inong Balee menjadi penting untuk mengubah stigma masyarakat terhadap perempuan kala itu. Adapun tokoh yang menginisiasi adanya perjuangan dari pasukan Inong Balee ini adalah tokoh wanita yang hidup pada masa kepemimpinan Sultan Alauddin Riayat Syah IV yaitu Laksmana Malahayati.&#13;
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: 1. Latar belakang dibentuknya pasukan Inong Balee, 2. Strategi pasukan Inong Balee dalam setiap peperangan, 3. Dampak dari perjuangan pasukan Inong Balee pada generasi setelahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan politik yang dikembangkan oleh Miriam Budiarjo. Pengumpulan data dalam penelitian ini memanfaatkan studi pustaka. Penlitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan: heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis), dan historiografi (penulisan sejarah).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasukan Inong Balee telah memberi banyak warisan keberanian, serta kehormatan bagi perempuan Aceh khususnya, di masa depan, dibuktikan dengan lahirnya banyak pejuang perempuan dari tanah Aceh yang gagah berani melawan penjajah. Pasukan ini tidak hanya meninggalkan warisan keberanian bagi perempuan Aceh, tetapi juga membentuk paradigma baru tentang peran perempuan dalam pertahanan negara.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">959.8 Sejarah Indonesia</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-03-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>